Doha – Pusat Informasi Palestina:
Juru bicara kelompok Neturei Karta rabbi Yisroel Dovid Weiss menilai
apa yang dilakukan penjajah Zionis dalam agresi terakhirnya ke Jalur
Gaza adalah bencana dan prahara.
Dalam
wawancaranya dengan TV Aljazeera dalam program bilaa hudud (tanpa batas)
pada kemarin Rabu (17/9) Weiss mengatakan, apa yang dilakukan 'Israel'
di Gaza sebagai bagian dari serentetan aksi teroris yang lahir dari
eksistensinya sebagai negara Zionis yang illegal berdasarkan ajaran
Yahudi memerintahkan agar “tidak membunuh dan tidak mencuri”.
Weiss
menegaskan, bangsa Palestina memiliki hak membela diri. “Bangsa
Palestina memiliki hak membela tanah airnya dan membebaskannya. Apa yang
mereka lakukan saat ini adalah reaksi dari tindakan penjajah Zionis.
Mereka perlu dihargai dan juga umat Islam karena mereka memberikan
tempat kepada kami (Yahudi) selama ratusan tahun.” Tegasnya.
Weiss
menambahkan, 'Israel' merupakan entitas durhaka dan membelot ajarah
Tuhan dan keberadaan mereka saja sudah dianggap sebagai bentuk
kejahatan. Sehingga setiap tindakan yang lahir dari 'Israel' adalah
kejahatan. Negara 'Israel' sendir dilarang dalam kitab suci Torah
(Taurat) yang menegaskan secara tekstual bahwa sejak dihancurkannya
tempat ibadah (kuil) Sulaiman maka Yahudi tidak dibolehkan untuk
menciptakan kepemimpinan dan tidak diperkenankan kembali ke tanah suci
dari negeri diaspora.
“Penghancuran kuil
itu dari Allah akibat dosa-dosa kami. Inilah yang diyakini dan
seharusnya ditegaskan oleh seorang mukmin yang taat kepada-Nya.”
Berikut adalah ringkasan statemen David Weiss soal masa depan 'Israel' setelah agresi Gaza:
-
Agresi ke Gaza dan penjajahan Palestina harus diakhiri, penjajahan
merupakan pelanggaran dan tindakan menantang Tuhan karena seorang Yahudi
tidak boleh melakukan itu.
- Akhir jaman ini tidak akan terjadi dengan senjata namun akan berakhir dengan mukjizat Tuhan.
- Kami tidak mengakui ke-rabbi-an rabbi-rabi yang ada di 'Israel' sebab mereka melanggar perintah Taurat.
-
Ada puluhan ribu Yahudi yang melakukan unjuk rasa melawan PM 'Israel'
Benjemen Netanyahu ketika berkunjung ke Washington dan ada warga Yahudi
dan rabbi-rabbi yang dipukuli karena mereka menentang dan mengecam apa
yang terjadi di Gaza.
- Tidak
keterangan atau statemen di Taurat bahwa jika dunia lebih buruk
kondisinya atau seluruhnya buruk atau baik seluruhnya maka akan turun
Al-Masih (juru selamat).
-
Kelompok Zionis telah menciptakan kebencian kepada Yahudi di dunia.
Mereka Zionis itu ingin menjadikan Yahudi di luar 'Israel' dalam kondisi
ketakutan sehingga mereka akan eksodus ke 'Israel' untuk menjaga diri.
-
Berdoalah kalian setiap hari untuk mengakhiri 'Israel' secara dalam dan
segera sebab mereka adalah penghalang perdamaian agar umat Islam dan
Yahudi hidup damai sebagaimana yang sudah berlangsung selama ratusan
tahun.
- Eksistensi 'Israel' adalah ancaman besar bagi Yahudi.
-
Yahudi dilarang ke bukit kuil (haikal) atau menggali terowongan di
bawah tanah di bawah masjid Al-Aqsha hal itu adalah pelanggaran kepada
Tuhan. Kelompok Zionis tidak menghormati Taurat, konsep Sabat dan 10
wasiat dalam ajaran Yahudi.
-
Ada ramalan kehancuran 'Israel' dan kami menyadari bahwa ada
firasat-firasat sebelum datangnya Al-Masih yakni sebelum akhir jaman
namun kami tidak memiliki gagasan apapun kapan itu terjadi.
-
Ketika datang kehancuran 'Israel' maka semua orang akan tahu hal itu.
Namun Yahudi tidak boleh keluar dari wilayah diaspora mereka dan tidak
boleh mengagungkan 'Israel' sebab mereka durhaka kepada Tuhan.
(at/Infopalestina.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar