
Selain itu, kata Ayang Lagi, akan banyak sekali lomba dan kesenian tradisi rakyat yang akan performance pada beberapa panggung yang tersedia di pinggir pantai. Lomba sampan layar tradisional menjadi ikon di even tahun ini, selain itu ada juga Festival Sastra Pesisir dan Kepulauan, Jelajah Gunung SangeangApi dan Lomba Fotografi, Pameran Fotografi, Pacuan Kuda Pesisir, Pameran Kerajinan Rakyat, Lomba Kapatu Mbojo, Lomba Mendayung, Menyelam dan Berenang Tradisional, Panggung Seni Budaya Masyarakat Pesisir, Lomba Menggambar Gunung SangeangApi dan Seminar Pendidikan dan Budaya.
Ayang juga menambahkan, dalam acara nanti, ada lima lomba yang pesertanya terbuka untuk umum. Ayang berharap festival Gunung SangeangApi menjadi sebuah tolok ukur untuk membangkitkan program Revitalisasi Budaya Tradisi Maritim khususnya di Bima dan di NTB pada umumnya.

Ayang merasa optimis bahwa kegiatan tersebut dapat disukseskan dengan adanya dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah kabupaten Bima dari tingkat desa setempat, Camat dan bahkan bapak bupati Bima Drs. H. Syafrudin, M.Pd, M.M sudah memberikan lampu hijau kepada mereka untuk mengeksekusi kegiatan tersebut.
“Beliau sangat tertarik dan merasa bangga karena antara beliau dan orang Sangiang Wera mempunyai ikatan emosional yang sangat kuat sekali. Beliau mengarahkan agar berkoordinasi dengan beberapa Instansi dan Dinas terkait supaya dapat dibantu secara maksimal”. Ubgkap Ayang kepada wartawan melalui pernyataan tertulisnya kamis (07/05) lalu.
Selain panitia dan pemerintah, kata Ayang, Festival Gunung SangeangApi tahun 2015, akan berkerjasama dan mengundang beberapa Komunitas kreatif dan Pemerhati Seni Budaya Mbojo baik yang ada di Kabupaten maupun Kota Bima, maupun di Provinsi NTB misalnya KOSAMBO, KOMUNITAS BABUJU, MAKEMBO, Dewan Kesenian Kota Bima, Komunitas Sarangge Mbojo, LPMEP, KNPI KOTA BIMA, Kedai Kalikuma Mataram, Yayasan Darul Ulum Ambalawi dan beberapa komunitas lainnya.
“Saya meyakini bahwa rangkaian kegiatan ini, akan menjadi daya tarik tersendiri buat Wisatawan nusantara, para traveller, pencinta dan pemerhati seni budaya lokal dan komunitas kreatif untuk ikut serta berperan aktif menyukseskan kegiatan ini. Saat ini di Kabupaten Bima hanya sedikit dan beberapa kecamatan saja yang memiliki agenda seperti ini dan saya yakin Festival ini akan sukses dengan adanya dukungan dari semua pihak”. Pungkasnya.(Nurdin)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar