Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Selama Intifadhah Al-Quds, Israel Tangkap 2155 Anak

Gaza – Pusat Informasi Palestina
Peneliti Urusan Tawanan Palestina, Riyadh Asyqar menegaskan, pemerintah Israel penjajah sejak Intifadhah Al-Quds meletus Oktober tahun lalu secara intens mentarget anak-anak Palestina di bawah umur tanpa peduli jenis kelamin. Tercatat terjadi 2155 kasus penangakapan anak-anak atau seperempat lebih dari jumlah total kasus penangkapan selama setahun yakni 8000 kasus penangkapan.

Asyqar menegaskan, anak-anak Palestina merupakan bahan bakar Intifadhah rakyat. Sehingga Israel membidik mereka dengan tindakan terror, pembunuhan, penyiksaan. Bahkan korban anak-anak ada yang di bawah 10 tahun. Tidak sedikit mereka terluka dan juga menjadi target penahanan administrative. 

Sebagian besar yang menjadi korban penangkapan mengalami pemukulan fatal, ditahan dengan situasi keras, dan berbagai tindakan pelanggaran terhadap hak anak dan penyiksaan, serta tekanan kejiwaan dan fisik.
Asyqar menilai, tindakan Israel ini memperlakukan anak Palestina seperti ini bertengangan dengan undang-undang internasional terutama konvensi hak anak yang menjamin perlindungan anak-anak dan tidak menjadikan mereka sebagai target penangkapan dan penyiksaan. 

Menangkap Korban Luka
Bahkan penjajah Israel sengaja menembak anak-anak Palestina dalam jarak dekat. Dalam kondisi seperti itu mereka menjebloskan anak-anak tersebut ke penjara dengan alasan mereka hendak menikam pasukan atau warga yahudi. Sekitar 15 anak mengalami kasus seperti ini seperti yang dialami anak Ali Alqam (12 tahun), Ahmad Munashirah (13 tahun) keduanya dari Al-Quds. Di antara korban luka anak-anak perempuan adalah Istibaraq Ahmad Nur (15) dari Nablus dan Marah Jaudat Bakir (16). 

Kekerasan menjadi cara permanen pasukan Israel dalam menangkap anak-anak Palestina. Mereka mendapatkan pukulan saat tertangkap, bagian di bagian atas anggota tubuh seperti kepala. 

Kini ada 400 anak Palestina dalam penjara Israel dalam situasi keras dan jauh dari rasa kemanusiaan. Asyqar meminta masyarakat internasional untuk menerapkan konvensi internasional dan memaksa Israel menerapkannya dengan menghentikan penahanan anak-anak dan melindungi anak-anak yang ditahan dalam penjara. (at/pip)

Sumber : http://melayu.palinfo.com

Kamis Pagi 102 PemukimYahudi Serbu Masjid Al-Aqsha

Puluhan pemukim Yahudi pada Kamis (1/9) pagi menyerbu area masjid al-Aqsha di kota al-Quds dengan mendapatkan perlindungan pasukan kepolisian penjajah Zionis.
Sumber-sumber media di al-Quds menyebutkan bahwa pasukan khusus penjajah Zionis menyebar di area masjid al-Aqsha pagi-pagi setelah membuka pintu barat masjid al-Aqsha “al-Magharibah” untuk menjamin perlindungan penuh kepada para pemukim Yahudi untuk melakukan penyerbuan dan berkonsentrasi di depan mushala al-Kibli.
Sumber-sumber media di al-Quds menyatakan sebanyak 102 pemukim Yahudi menyerbu masjid al-Aqsha dengan mendapatkan penjagaan ketat dari kepolisian penjajah Zionis di samping beberapa personil anggota pasukan khusus.
Disebutkan bahwa di antara para pemukim Yahudi yang melakukan penyerbuan ke masjid al-Aqsha ada 76 pelajar/mahasiswa Zionis yang berjalan-jalan di area masjid al-Aqsha dan mereka keluar dari pintu “Silsilah”.
Sebelumnya telah disebutkan bahwa sebanyak 1915 orang Zionis menyerbu masjid al-Aqsha selama bulan Agustus 2016 lalu, di antaranya adalah 116 anggota militer dan 57 pelajar/mahasiswa Yahudi. (asw)
Sumber : http://melayu.palinfo.com

34 Negara Bentuk Aliansi Militer Islam, Nama Indonesia tak Ada

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berjalan bersama Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (kedua kanan) setibanya di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Kerajaan Arab Saudi, Jumat (11/9) malam.
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berjalan bersama Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud (kedua kanan) setibanya di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Kerajaan Arab Saudi, Jumat (11/9) malam. 
 
REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi menggandeng negara negara yang berlatar belakang Islam membentuk aliansi militer Islam guna memerangi terorisme. Di aliansi tersebut terdapat 34 negara, baik dari kawasan Teluk, Afrika maupun bagian Asia lainnya.

Seperti dikutip RT ke-34 negara tersebut di antaranya,  Arab Saudi, Yordania, Uni Emirat Arab, Pakistan, Bahrain, Bangladesh, Benin, Turki, Chad, Togo, Tunisia, Djibouti, Senegal, Sudan, Sierra Leone, Somalia, Gabon, Guinea, Palestina, Republik Federal Islam COmoro, Qatar, Cote d’Ivoire, Kuwait, Lebanon, dan Libya.

Kemudian disusul Maladewa, Mali, Malaysia, Mesir, Maroko, Mauritania, Niger, Nigeria serta Yemen. Namun, di dalam daftar nama tersebut tidak terdapat Indonesia yang merupakan negara mayoritas Islam terbesar.

"Negara-negara yang disebutkanya telah memutuskan untuk membentuk aliansi militer yang dipimpin oleh Saudi guna memerangi terorisme. Markas operasi gabungan ini akan berbasis di Riyadh untuk mengkoordinasi serangan," ujar kantor berita Saudi SPA dalam pernyataannya.

Di bawah, Raja Salman, Saudi sangat aktif di dalam kebijakan politik luar negeri. Mereka terlibat dalam operasi di Yaman, dan baru-baru ini Saudi mengumpulkan oposisi Suriah di Riyadh.

Indonesia dipastikan bakal buka Konsul Kehormatan di Palestina

Indonesia dipastikan bakal buka Konsul Kehormatan di Palestina
Indonesia-Palestina. ©2015 Merdeka.com


Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L.P Marsudi mengatakan sudah berbicara dengan Menlu Palestina mengenai rencana pembukaan Konsul Kehormatan di Ramallah. Dia juga mengatakan telah meminta kepada Menlu Palestina untuk mempercepat prosesnya.

"Sudah ada calonnya (Konsul Kehormatan) dan kita sudah minta persetujuan ke pihak Palestina," ujar Menlu Retno dari New York, dikutip dari keterangan pers yang diterima merdeka.com, Jumat (2/10).
Menlu Retno mengatakan konsul kehormatan dipilih dari Palestina, dan merupakan seorang pengusaha. Namun dia belum mau mengungkapkan namanya.

Menlu wanita pertama Indonesia ini mengatakan konsul kehormatan ini merupakan langkah awal.
"Calonnya sudah ada dan menunggu mendapat persetujuan dari pihak Palestina. Seorang entrepreneur, dari Palestina. Namanya belum bisa saya berikan, nanti kita sampaikan jika sudah dapat persetujuan pemerintah Palestina," lanjut dia.

Penunjukan konsul kehormatan tidak memerlukan proses persetujuan dari DPR. Biasanya orang setempat, kata Menlu Retno, lalu Duta Besar melakukan diskusi dengan calon Konsul Kehormatan.
"Lalu dubes memberikan rekomendasi kepada pusat. Konsul kehormatan tidak melakukan kegiatan diplomatik, namun lebih pada representasi dari suatu negara," sambung Menlu Retno.

Menlu Retno mengatakan akhir tahun kemungkinan konsul kehormatan Palestina akan direalisasikan.
Konsul kehormatan sendiri bertugas untuk membantu warga negara Indonesia yang mendapatkan masalah serta memberikan masukan mengenai kerja sama ekonomi. Tak hanya itu, konsul kehormatan nantinya juga akan berkoordinasi dengan perwakilan di sana.
[ard]

Bendera Palestina Berkibar di Markas PBB, Ini Respons Israel

  
Bendera Palestina berkibar untuk pertama kalinya di Markas PBB, New York, Rabu (30/9).  (AP Photo/Seth Wenig)
Bendera Palestina berkibar untuk pertama kalinya di Markas PBB, New York, Rabu (30/9). (AP Photo/Seth Wenig)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Ini merupakan hari yang bersejarah bagi rakyat Palestina. Pada Rabu (30/9), bendera kebangsaan Palestina untuk pertama kalinya dikibarkan di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat (AS). Upacara pengibaran bendera ini disaksikan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Dalam sambutannya, Presiden Abbas menegaskan momentum ini. Menurut dia pengibaran bendera merupakan bukti telak bahwa kedaulatan negara Palestina merdeka diakui PBB. Bahkan, Presiden Abbas menyebutkan, pihaknya tak lagi terikat lagi oleh segala kesepakatan dengan Israel.

“Selama Israel tidak mau menghentikan ekspansi permukiman dan enggan melepaskan para tahanan Palestina, kami tak punya pilihan kecuali tak melepaskan diri dari kesepakatan-kesepakatan sebelumnya, apalagi sejauh ini hanya kami yang komit,” kata Mahmoud Abbas seperti dilansir BBC, Rabu (30/9).

Terpisah, otoritas Israel justru menuduh Palestina telah menaikkan eskalasi ketegangan di Timur Tengah.
“Kami ingin dan mengimbau otoritas Palestina bertanggung jawab, menerima keinginan Israel untuk melanjutkan negosiasi langsung tanpa syarat,” kata sumber.
Pada awal bulan ini, Dewan Keamanan PBB menyetujui pengibaran bendera Palestina dan Vatikan. Israel tentu saja melalui wakilnya di PBB menolak hal itu. Demikian pula dengan AS dan enam negara lainnya. Sementara 45 negara lainnya abstain.

Wakil Tetap Israel untuk PBB, Ron Prosor menegaskan, pengibaran bendera Palestina jelas-jelas upaya untuk membajak PBB. Dia mengklaim, satu-satunya jalan bagi Palestina agar bisa diakui sebagai negara merdeka, yakni melalui negosiasi-negosiasi dengan Israel.

Erdogan Peringatkan Israel Hentikan Main Api di Al Aqsa

Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan.
Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Presiden Turki memperingatkan Israel kalau mereka telah bermain api dengan terlibat dalam kekerasan dan kerusuhan di Masjid Al Aqsa. Dalam sebuah wawancara, Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan mengatakan perjuangan atas Masjid Al Aqsa bukan hanya milik umat Muslim, melainkan juga orang-orang Kristen.

"Jadi Israel harus memahami bahwa apa yang dilakukannya adalah kejahatan yang berkaitan dengan hak asasi manusia, yang diperparah oleh ratusan kejahatan yang telah dilakukan terhadap rakyat Palestina," kata pemimpin Turki tersebut seperti dilansir the Jerusalem Post, Sabtu (3/10).

Tentara dan polisi Israel telah terlibat bentrok dengan warga Palestina di Masjid Al Aqsa dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Turki merasa para tentara dan polisi Israel sengaja menghasut pemuda Palestina untuk menimbulkan masalah di Al Aqsa.

"Apa yang terjadi di Masjid Al Aqsa adalah kejahatan terhadap seluruh dunia Islam," kata Erdogan.
Menurut Erdogan, kondisi itu tidak sekadar masalah Palestina, jadi, Israel perlu melakukan pendekan yang berbeda. Erdogan menilai Israel yang telah bermain api, akan membayarnya dengan cara dan tempat yang berbeda lantaran ambang kesabaran orang memiliki batasan.

Erdogan juga mengaku sudah melakukan pembahasan dengan Raja Yordania dan Qatar. "Kita semua sepakat bahwa kita perlu melakukan apa yang mungkin dilakukan tentang masalah ini," pungkas Erdogan.

TOL LAUT Turki yang Hubungkan ASIA-EROPA Resmi Beroperasi


Hari Sabtu (22/8/2015) pukul 15 waktu Istanbul, seperti dilansir di laman Facebook Perdana Menteri Turki yang juga adalah Presiden Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), Ahmet DavutoÄŸlu, Terowongan Euro-Asia diresmikan dan dibuka.

Terowongan bawah laut (baca: selat) sepanjang 5,4 km yang menembus Selat Bosphorus yang menghubungkan benua Asia dan benua Eropa ini mulai dibangun pada 26 Februari 2011. Dan selesai lebih cepat dari yang ditargetkan (Oktober 2016).

Terowongan ini terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama untuk jalur kereta (Metro atau Tram), lantai kedua untuk jalur menuju Asia dan lantai ketiga untuk jalur menuju Eropa.

Selamat kepada masyarakat Turki atas terwujudnya cita-cita memiliki terowongan bawah laut yang menghubungkan Asia dan Eropa yang dicita-citakan sejak zaman kekhalifahan Turki Utsmani. Tak dinyana, impian bersama peradaban ini terwujud di tahun 2015 ini di era Presiden Erdogan.

Inilah 'tol laut' sebenarnya.

Maşallah. Allah hayırlı kullanmak nasip etsin Inşallah. La havle wa la kuvvete illa billah. Tebrikler Türkiye!

(Azzam Mujahid Izzulhaq)
 
Sumber  : http://www.pkspiyungan.org

Diam-Diam Zionis Israel Gunakan Lumba-Lumba Untuk Mata-Matai Pesisir Jalur Gaza

Eramuslim – Seorang sumber keamanan di Jalur Gaza mengungkapkan bahwa Brigade Izzuddin Al Qassam berhasil menggagalkan upaya mata-mata operasi angkatan laut Israel di lepas pantai Gaza dengan menggunakan seekor ikan lumba-lumba.

Dalam keterangan sumber yang tidak mau diungkapkan namanya kepada surat kabar Al Quds pada hari Rabu (19/08) kemarin mengatakan, “Sekelompok anggota komando laut Al Qassam berhasil menangkap seekor lumba-lumba yang dipasangi oleh alat mata-mata dan kamera pengintai.”

Sumber tersebut melanjutkan, “Kecurigaan komando laut Al Qassam dimulai ketika melihat lumba-lumba tersebut melakukan gerakan yang tidak biasa di sekitar pelabuhan Gaza.”

“Sebuah kamera dengan alat pemancar berhasil ditemukan dalam tubuh lumba-lumba ketika komando laut Al Qassam berhasil menangkap dan memeriksanya,” ujar sumber tersebut.

Sumber tersebut menambahkan, “Selain alat pengintai, lumba-lumba juga dilengkapi dengan sebuah panah kecil yang dapat membunuh ataupun menimbulkan luka serius bagi siapaun yang diserang oleh ikan cerdas tersebut di kedalaman tertentu.”

“Ikan cerdas tersebut kini sudah dalam pengamanan unit komando laut Al Qassam sejak beberapa pekan lalu,” tutup sumber tersebut. (Shorouk/Ram)

Syaikh Al-Qaradhawi: Yahudi Membunuh Bayi, Ini Berasal dari Kitab Talmud Mereka

Syeikh Yusuf Qaradhawi. (middleeastmonitor.com)
Syeikh Yusuf Qaradhawi. (middleeastmonitor.com)
dakwatuna.com – Doha. Ketua persatuan ulama Muslim sedunia (IUMS), Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi, mengecam kejahatan Yahudi yang membakar mati seorang bayi Palestina berusia 18 bulan, Ali Saad Dawabsha, Jumat (31/7/2015) pagi kemarin.

Melalui akun twitternya, @alqaradawy, Syaikh Al-Qaradhawi mengatakan, “Orang-orang Zionis membaca dalam kitab Talmud mereka, ‘Engkau harus membunuhi orang-orang terbaik dari kalangan lain’. Kalimat ini tidak hanya bersifat diskriminatif dan fanatisme etnis yang sangat buruk, tapi juga memprovokasi untuk melakukan pembantaian.”

Bayi berumur 18 bulan ini meninggal dunia, Jumat pagi, setelah sekelompok ekstremis pemukim Yahudi membakar rumah mereka. Sementara itu orang tua dan saudara Dawabsha mengalami luka-luka.

Jenazah dikuburkan setelah shalat Jumat, di tengah kemarahan masyarakat dan pemerintah Palestina. Hadir dalam penguburan tersebut perdana menteri Palestina, Rami Hamdallah, para pemimpin gerakan Fatah dan gerakan lainnya.

Dawabsha dibungkus dengan bendera Palestina, sementara warga yang mengantarkannya meneriakkan yel-yel mengutuk Israel, dan menuntut balas dendam. (msa/dakwatuna)

Terus Bantai Muslim Rohingya, Mahathir Minta Myanmar Didepak dari ASEAN

Mantan PM Malaysia Dr Mahathir Mohamad.  (media.therakyatpost.com)
Mantan PM Malaysia Dr Mahathir Mohamad. (media.therakyatpost.com)
dakwatuna.com – Kuala Lumpur.  Mantan PM Malaysia Dr Mahathir Mohamad bersuara keras menyikapi perlakuan Myanmar terhadap muslim Rohingya. Menurut Mahathir apa yang dilakukan Myanmar sudah melanggar hak asasi manusia dan untuk itu Myanmar harus dikeluarkan dari ASEAN.

“Saya sangat berperan membujuk negara-negara ASEAN untuk menerima Myanmar sebagai anggota, kendati perlakuan buruk mereka terhadap Aung San Suu Kyi,” kata Mahathir dalam Konferensi Internasional Mengenai Rohingya di Kuala Lumpur.

“Kini, Myanmar berperilaku berbeda. Myanmar harus didakwa sesuai hukum internasional dan dilucuti dari keanggotaan ASEAN, karena terus melakukan genosida terhadap penduduk Muslim,” lanjut sosok yang biasa dipanggil Dr M seperti dirillis kantor berita Anadolu, dikuti dari inilah.com

Mahathir sekali lagi mengutarakan kekecewaannya terhadap Aung San Suu Kyi. Kepada wartawan, Mahathir mengatakan; “Aku menulis surat kepadanya, meminta untuk bertindak, tapi tidak ada jawaban.”
PBB terus menekan Myanmar, tapi rejim militer di negeri itu mengabaikan. Myanmar terus mencari cara untuk tidak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara.

“Jika Myanmar terus mengabaikan tekanan internasional, dan tak henti membunuh Muslim Rohingya, Myanmar tidak boleh dilindungi oleh hukum yang berlaku di blok regional,” demikian Mahathir.

Malaysia sebagai ketua ASEAN, masih menurut Mahathir, harus tegas dan mulai membujuk anggota lainnya menerapkan sanksi perdagangan terhadap Myanmar jika masalah Muslim Rohingya memburuk.
Sebelumnya tribunnews.com memberitakan, sikap pemerintah Indonesia terkait pengucilan Myanmar dari keanggotan ASEAN.  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Armanatha Nasi menilai langkah tersebut tidak akan menyelesaikan masalah pengungsi Rohingya.

Indonesia tak sepaham dengan masukan sejumlah negara ASEAN agar menyikapi tegas langkah Myanmar yang berbuat diskriminatif terhadap etnis Rohingya. Selama ini Indonesia menganggap semua negara di bawah ASEAN adalah saudara.

Turki kirim kapal perang buat selamatkan pengungsi Rohingya di Aceh

Turki kirim kapal perang buat selamatkan pengungsi Rohingya di Aceh
Ilustrasi Kapal Perang Turki. ©2015 Istimewa


Merdeka.com - Pemerintah Turki mengirimkan kapal perangnya menuju perairan sekitar Aceh. Pengiriman itu dimaksudkan untuk menyelamatkan para pengungsi Rohingya yang terombang ambing di sekitar Asia Tenggara.

"Pemerintah telah menginstruksikan kapal perangnya berlayar menuju Asia Tenggara untuk bergabung dengan utusan internasional dalam membantu pengungsi Rohingya," ujar Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu, demikian dikutip dari Kantor Berita China Xinhua, Jumat (22/5).

Tak hanya itu, pemerintah Turki juga menyumbangkan dana sebesar USD 1 juta sebagai bantuan kemanusiaan terhadap pengungsi Rohingya dan Bangladesh. Bantuan ini diserahkan melalui lembaga PBB untuk pengungsi.

"Turki juga akan mencoba kemungkinan membantu operasi kemanusiaan untuk memastikan tersampaikannya bantuan kemanusiaan terhadap Rohingya dan Bengalis yang terombang ambing di laut lepas," demikian pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Turki.

Seperti diketahui, ratusan pengungsi Rohingya dilaporkan memasuki perairan Thailand sejak awal bulan ini. Keberadaan mereka menyusul pengungsi lainnya yang terdampar di wilayah Indonesia.

PBB memperkirakan masih ada ribuan pengungsi yang terombang ambing di lautan setelah ditinggalkan begitu saja oleh pihak yang memfasilitasi mereka untuk keluar dari Myanmar. Dari data yang ada, lebih dari 25 ribu etnis Rohingya keluar dari negerinya selama tiga bulan terakhir.

Gaza Di Ambang Krisis Kemanusiaan Selama Pengepungan Israel

Seorang wanita Palestina menangis setelah rumahnya dihancurkan oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Seorang wanita Palestina menangis setelah rumahnya dihancurkan oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki.

GAZA – Kementerian Kesehatan Palestina telah memperingatkan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza akibat blokade Israel di Jalur Gaza yang miskin.

Kementerian itu mengatakan Gaza kekurangan obat-obatan dan perlengkapan medis di rumah sakit dan pusat kesehatan telah kritis diperburuk atas blokade Israel di pesisir selama delapan tahun terakhir.
Menurut Ashraf Abu Mahady, Direktur Jenderal Farmasi kementerian, Gaza sekarang tidak memiliki 118 jenis obat-obatan dan 334 jenis obat yang dibutuhkan oleh medis.

Pemerintahan Gaza mendesak badan-badan internasional, termasuk Komite Internasional Palang Merah dan Organisasi Kesehatan Dunia, untuk menekan rezim Israel untuk mencabut blokade dan penyeberangan terbuka Gaza.

Jalur Gaza telah berada di bawah pengepungan Israel yang melumpuhkan sejak tahun 2007. Blokade yang telah memotong wilayah dari dunia luar, telah menyebabkan krisis ekonomi dan kemanusiaan di wilayah kantong padat penduduk.

Pada bulan Maret, PBB menyatakan keprihatinan tentang situasi ekonomi di wilayah Palestina, mengatakan pencabutan pengepungan Israel adalah “prasyarat” untuk menghidupkan kembali perekonomiannya.
“Kami, di PBB, selalu berada di garis depan dalam menyerukan diakhirinya blokade sebagai prasyarat untuk menstabilkan fungsi ekonomi di Gaza,” kata Robert Serry, Koordinator Khusus untuk Proses Timur Tengah PBB .

Pejabat PBB lanjut mencatat bahwa wilayah yang diblokade mengalami kerusakan selama serangan Israel terbaru pada tahun 2014, mengatakan proses rehabilitasi Gaza akan memakanwaktu bertahun-tahun.
Musim panas lalu, Israel melancarkan perang di wilayah tersebut, yang menewaskan hampir 2.200 orang Palestina dan tersisa 11.100 lainnya terluka. Perang 50-hari berakhir dengan gencatan senjata yang ditengahi Mesir. (mk/knrp)

Sumber: Press TV

Jubir Kemlu: 70 Persen Gedung KBRI di Sanaa Hancur

Jubir Kemlu Arrmanatha Nasir -- Metro TV
Jubir Kemlu Arrmanatha Nasir -- Metro TV
Metrotvnews.com, Jakarta: Sekitar 70 persen bagian gedung KBRI di Sanaa, Yaman, hancur terkena imbas serangan udara koalisi Arab terhadap gudang senjata di Sanaa, Yaman.

"Kaca pecah semua, jendela berjatuhan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di sela-sela Konferensi Asia Afrika 2015 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (20/4/2015).

"Diplomat kita yang terluka terkena pecahan kaca. Sekitar 70 persen bangunan rusak," sambung dia.

Sebanyak 17 staf KBRI, dua yang di antaranya terluka, sudah dipindahkan ke Wisma Duta di Sanaa dan akan segera dievakuasi ke kota Hudaidah.

"Kami sudah menghubungi tim kami di sana, dan memastikan keselamatan seluruh warga negara Indonesia," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Menlu Retno  mengecam keras serangan koalisi negara Arab di Sanaa. Pasalnya, serangan terhadap gudang senjata di Sanaa meleset dan mendarat di tempat lain, berimbas pada hancurnya gedung KBRI dan wilayah sekitar.

Arab Saudi dan negara Teluk lainnya memulai serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman pada 26 Maret. Houthi telah menguasai Sanaa pada September lalu dan memperluas kekuasaannya ke berbagai kota lain di Yaman.

Menurut laporan media lokal Yemen Post, serangan koalisi Arab itu meleset dari gudang senjata dan mendarat di tempat lain. Efek ledakan cukup kuat, sehingga merusak sejumlah bangunan, termasuk KBRI. 

KBRI di Yaman Kena Bom, Dua Staf Terluka

KBRI di Sanaa, Yaman -- Kemlu.go.id
KBRI di Sanaa, Yaman -- Kemlu.go.id
Metrotvnews.com, Sanaa: Kedutaan Besar RI (KBRI) di Sanaa, Yaman, terkena bom yang mengakibatkan dua orang staf KBRI luka ringan. Demikian keterangan Kepala Sub Direktorat Repatriasi dan Bantuan Sosial Kementerian Luar Negeri RI Aji Surya, Senin (20/4/2015).

"Bom itu mengakibatkan dua korban luka ringan, sementara beberapa staf KBRI lainnya menyelamatkan diri di kediaman Duta Besar RI di Sanaa," ujarnya, seperti dilansir Antara.

Ia menambahkan, bom tersebut menghancurkan 90 persen dari Gedung KBRI.

Serangkaian ledakan kuat mengguncang ibu kota Yaman, memecahkan sejumlah kaca dan membangunkan warga. Ledakan berasal dari serangan udara koalisi negara Arab yang membidik gudang senjata pemberontak Houthi.

Asap berbentuk jamur, yang muncul dari lokasi ledakan, terlihat di langit Fag Atan, wilayah barat Sanaa.

"Langit-langit dan lampu berjatuhan karena ledakan tersebut," ucap Mohammed Mohsen, salah satu warga, seperti dikutip Associated Press.

Arab Saudi dan negara Teluk lainnya memulai serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman pada 26 Maret. Houthi telah menguasai Sanaa pada September lalu dan memperluas kekuasaannya ke berbagai kota lain di Yaman.

Pemerintah Barat dan negara Arab menuding Houthi menerima persenjataan dari Iran. Iran dan Houthi sama-sama membantahnya.

Sejumlah negara, termasuk Indonesia, beramai-ramai mengevakuasi warganya dari wilayah konflik di Yaman. 


Begini Penampakan Gedung KBRI di Yaman yang Terkena Bom


 Begini Penampakan Gedung KBRI di Yaman yang Terkena Bom 

Jakarta - Serangan udara menghantam kawasan Sanaa, Yaman. Di sana, ada sejumlah kedutaan besar negara lain, termasuk Indonesia. Begini penampakan area bangunan yang terkena imbas ledakan.

Foto-foto tersebut dikirim oleh Saiful, seorang pembaca kepada detikcom, Senin (20/4/2015). Ada bangunan yang retak, kaca pecah dan sebuah bendera Merah Putih yang tergeletak.

Reuters melaporkan, serangan rudal itu menghantam kawasan gunung Faj Attan dekat distrik Hadda. Di sana ada istana kepresidenan dan banyak kedutaan.

Asap hitam terlihat dari udara. "Untuk pertama kali sejak pengeboman itu megenai rumah saya," kata warga sekitar, Mansour.

 

Sumber : http://news.detik.com

Detik-Detik Runtuhnya Khilafah Islam Pada 3 Maret 1924

constantinope_seige_edirne_kusatma_
KHILAFAH Islamiyyah telah bermula sejak zaman selepas kewafatan Rasulullah SAW, sejak pemerintahan Khulafaur Rasyidin, dilanjutkan pemerintahan Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, serta beberapa kerajaan lain sebelum kejatuhan kerajaan Islam yang terakhir, yaitu kerajaan Turki Utsmaniyyah.
Khilafah Islamiyyah merupakan kekuatan umat Islam yang amat menggetarkan pihak Barat. Khalifah adalah pengganti Rasulullah dalam mentadbir dan memerintah negara Islam, sekaligus sebagai pemimpin bagi umat Islam secara keseluruhan.
Setelah beberapa abad menguasai dua pertiga dunia, Kerajaan secara resmi dibubarkan pada 3 Maret 1924 M bertepatan dengan 27 Rejab 1342 H oleh Mustafa Kemal Atartuk. Kerajaan Islam terakhir yang mampu bertahan sehingga jatuhnya Khilafah Islamiyyah ini adalah Kerajaan Utsmaniyyah.
Siapa Mustafa Kemal Atartuk?
Mustafa Kemal Atartuk merupakan dalang dan pengkhianat di balik kejatuhan kerajaan Utsmaniyyah dan pembubaran Khilafah Islamiyyah khususnya.
Mustafa dilahirkan di Salonica pada 12 Maret 1881 Salonica merupakan kota orang Yahudi yang mempunyai penduduk sejumlah 140.000 orang. Sebanyak 20 000 dari mereka merupakan orang Yahudi Aldunama, yaitu kaum Yahudi yang berpura-pura memeluk agama Islam.
Sewaktu kecil, Mustafa Kemal Atartuk sangat dibenci dan disisihkan oleh teman-temannya. Dia  sering bertengkar dengan guru, dan merasa senang jika mampu menyakiti seseorang. Dia sangat membenci bangsa Arab.
Ia mulai sekolah di Sekolah Fatimah, sebuah sekolah agama yang terkenal.Namun karena ayahnya membenci guru guru agama, Mustafa dipindahkan ke sekolah lain yang memasukkan Kurikulum Barat dalam pendidikannya. Pada usia dua belas tahun, Mustafa telah memasuki sekolah tentera di Salonica. Di sinilah guru-gurunya memberi gelar “Kemal” yang berarti pandai dalam pelajaran dan matematika.
Pada tahun 1898 ketika berusia 17 tahun, Dia memasuki Sekolah Tentara Monaster dan pada 1899, dia masuk Sekolah Tentara Istanbul. Di sini dia mulai aktif di bidang politik dan memasuki gerakan – gerakan rahasia. Pada tahun 1902 dia mendapat pendidikan di Akademi Staf Komando Militer dan lulus pada tahun 1905.
Mustafa Kemal Atartuk merupakan militer Turki yang melakukan konspirasi bersama pihak Barat untuk menjatuhkan Khilafah Islamiyyah dan menjadikan Turki sebuah Republik yang berdasarkan ideologi sekular. Dia meninggal dunia pada hari Kamis, 10 November 1938 karena mengidap berbagai penyakit, diantaranya Sirosis Hepatis karena mengkonsumsi alkohol yang banyak, penyakit kelamin (GO) serta beberapa penyakit lain yang mengerikan.
Kemal-Atatürk-1
BANYAK peristiwa yang terjadi sebelum kejatuhan Khilafah secara rasmi pada 3 Maret 1924 M.
Peperangan Yunani-Turki
Peperangan antara Yunani dan Mustafa Kemal Atartuk merupakan peperangan yang telah lama diatur. Negara-negara Sekutu mendatangi Perdana Menteri Yunani, Venizelos untuk mendukung mereka agar Yunani menjalankan misi menjatuhkan Khilafah Islamiyyah. Dan Vinezelos setuju setelah mendapat dorongan dari pemuka pemuka agamanya dengan beberapa syarat, diantaranya penyerahan Kota Konstantinopel kepada Yunani jika mereka menang.
Atas persetujuan ini, Perancis kemudian mengirim dua orang wakil ke Turki untuk menawarkan Konsep Freemasonary kepada Turki dan bantuan dari Perancis dalam bentuk peralatan perang yang cukup untuk 40,000 orang tentara dan bala tentara dari Syria sebanyak 8,000 orang. Amerika dan Italia ikut terlibat di dalam perdagangan senjata ini.
Pertempuran Tentara Yunani dan Turki berlangsung beberapa kali dan akhirnya Yunani dikalahkan oleh tentara Turki. Perang pertama pada tanggal 10 Juli 1920 menyebabkan mundurnya Tentara Turki. Pertempuran kedua pada 23 Agustus 1921 juga menyebabkan kekalahan buruk bagi Turki.
Namun pada 13 September 1921, peperangan yang berlaku di Saqoria menunjukkan kekuatan tentara Turki yang dipimpin oleh Mustafa Kemal Atartuk dengan mengalahkan tentara Yunani. Kemenangan Turki ini memberikan kepercayaan kepada kepimpinan Mustafa Kemal. Umat Islam mulai memberikan perhatian kepadanya dan tidak lagi mempedulikan Khalifah.Sikap Umat Islam ini sesuai dengan Konsep Freemason dan Barat untuk mengorbitkan nama Mustafa Kemal Atartuk.
Muktamar Luzan I
Muktamar ini diadakan pada tanggal 28 Oktober 1922 M. Muktamar ini mendatangkan perwakilan Kerajaan Sementara Ankara, perwakilan Kerajaan Utsmaniyyah serta negara-negara Sekutu. Undangan kepada perwakilan Kerajaan Utsmaniyyah hanyalah sebagai rasa keadilan semata.
Dalam Muktamar ini, tidak dibicarakan masalah kepentingan bersama, tetapi secara bulat memutuskan bahwa Turki akan dibentuk menjadi sebuah negara Republik dan kerajaan Utsmaniyyah dihapuskan.
Turki secara rasmi menjadi sebuah negara Republik pada tanggal 17 November 1922 oleh Majelis Kebangsaan Turki di Ankara. Akan tetapi, jabatan khalifah masih dipertahankan, namun hanya mengurusi hal hal yang berkaitan dengan agama saja.
Mukmatar Luzan II
Muktamar Luzan tidak hanya berhenti sampai disitu, selanjutnya diadakan muktamar yang kedua dengan beberapa rancangan sulit yang telah disampaikan oleh wakil Mustafa Kemal Atartuk yaitu Esmet Inono dan wakil Negara-negara Sekutu yaitu Lord Qiruzon. Rancangan sulit yang dibicarakan adalah:
- Mustafa Kemal Atartuk harus membebaskan Turki dari pengaruh Islam.
- Jabatan Khalifah harus dihapuskan.
- Gaya hidup Islam harus diganti dengan gaya hidup Barat yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Perjanjian Esmut Inono dan Lord Qiruzon
Perjanjian ini berlangsung lebih kurang delapan bulan setelah Muktamar Luzan II diadakan. Perjanjian yang ditandatangani adalah : Turki harus membebaskan Qobrus, Syam, Iraw, Al-Jazair, Tunis, Mesir dan Libya dari pemerintahannya.Tujuannya jelas bahwa Inggris berniat memperluas jajahannya setelah kejatuhan Khilafah Islamiyyah nanti.
Muktamar Luzan 1923 M
Muktamar Luzan 1923 M menetapkan beberapa syarat yang harus diterima oleh Turki. Syarat-syarat tersebut ialah:
- Penghapusan semua hal yang berkaitan dengan Islam dari Turki
Penghapusan Khalifah untuk selama-lamanya
- Mengeluarkan Khalifah, para pendukungnya dan Islam dari negeri – Turki, serta mengambil harta Khalifah
- Mengambil undang-undang sipil menggantikan undang-undang Turki yang lama
Pembubaran Khilafah Islamiyah 3 Maret 1924 M
Setelah lama merancang secara teliti dan mengadakan kesepakatan – kesepakatan rahasia, membawa masuk unsur-unsur negatif kepada kerajaan Utsmaniyyah, serta pengaruh individu – individu yang bermuka dua terutama Mustafa Kemal Atartuk sebagai dalang utama serta membawa harapan Barat.Mereka melaksanakan impiannya  untuk menghapuskan Khilafah Islamiyyah yang menjadi nadi kekuatan umat Islam. Dan akhirnya pada 3 Maret 1924, secara rasminya Khilafah Islamiyyah dibubarkan.
Pada tanggal ini juga Mustafa Kemal Atartuk dengan resmi telah melakukan beberapa perubahan drastik, di antaranya:
- Mengumumkan pemisahan agama dari pemerintahan negara
- Menutup mahkamah – mahkamah Syariah
- Menghapus jabatan Menteri Syariah dan Menteri Auqaf
- Mengusir Khalifah Abdul Majid II serta semua keluarganya dari Turki.
khilafah
KEJATUHAN Khilafah Islamiyyah, secara keseluruhan memberi dampak yang amat mendalam bagi umat Islam dari berbagai aspek, sejak detik kejatuhannya 88 tahun yang lalu, hingga hari ini. Diantaranya terhadap identitas umat Islam, agama, sosial, undang-undang, pendidikan, ekonomi, bahasa, kesatuan umat Islam, bahasa dan pemikiran.
Hilangnya Identitas Umat Islam
Dampak kejatuhan Turki Utsmaniyyah diantaranya  adalah hilangnya identitas umat islam yang tidak memiliki sistem pemerintahan khilafah. Umat islam menjadi lemah sehingga mudah dijajah satu persatu dan umat islam mulai dikotak-kotakkan serta ditindas karena tiada ada pemerintah yang adil lagi bijak. Umat islam tidak mampu mengamalkan ajaran islam yang sebenarnya karena tidak ada pemimpin islam.
Selain itu, umat Islam mengalami gejala perpecahan yang amat dahsyat yang semula berada di bawah satu khilafah Islamiyyah. Munculnya kerajaan – kerajaan kecil yang mempunyai sistem perundangan dan identitas sendiri.Kedatangan penjajah yang telah menghapuskan sistem Khilafah islamiyyah dan membagi Negara-negara umat islam menjadi kerajaan kerajaan kecil mengikuti identitas bangsa dan budaya negeri. Maka lahirlah Negara Mesir, Iran, Arab Saudi, Kuwait dan lain-lain.
Agama 
Dari sisi agama, Mustafa Kemal Atartuk memerintahkan penerjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Turki, sehingga kehilangan makna-makna dan cita rasa bahasanya.
Hari libur umat islam yaitu hari Jumat diganti menjadi hari Ahad mengikuti hari libur orang Kristen. Perayaan hari raya Aidilfitri dan hari raya Aidiladha dihapuskan karena dianggap mengganggu ketenteraman rakyatnya. Kaum muslimin Turki dilarang menunaikan Haji. Kalendar Barat menggantikan Kalendar Hijriyyah. Kaum muslimin dipaksa menyerukan azan dengan bahasa Turki. Suatu ketika dia mendengar azan subuh dari masjid yang dekat dengan istananya, maka dia memerintahkan supaya tempat azan tersebut dirobohkan.Umat Islam dipaksa membaca Al-Quran dengan bahasa Turki bukan dengan bahasa arab.
Selain itu, Dia terus menerus menghina masjid-masjid dan mengurangi jumlah khatib yang dibayar pemerintah sehingga berjumlah hanya 300 khatib. Dia juga memerintahkan mereka untuk membicarakan banyak perkara dalam khutbah Jumat antaranya masalah pertanian, industri, politik dan disertai dengan pujian ke atasnya.
Sosial
Dari segi sosial, Umat islam dilarang memakai Tarbus dan menggantikannya dengan topi yang menjadi simbol kekafiran dalam pandangan bangsa Turki Muslim. Mustafa Kemal memerintahkan tentaranya membuat tiang gantung di seluruh lapangan yang terdapat di Bandar. Mereka yang menolak memakai topi, akan digantung di lapangan tersebut.
Pelarangan jilbab bagi wanita juga dilakukan. Kaum wanita diperintah menanggalkan jilbab termasuk di universitas dan sekolah. Ketika kaki dan tangan seorang wanita mengenakan penutup, maka mereka dianggap melakukan kesalahan dan dipecat dari jabatan.
Dia juga melarang poligami, menyamakan hak dan kewajipan antara lelaki dan wanita. Pemerintah memaksa wanita keluar rumah untuk memegang jabatan kerajaan yang dulu wanita kebanyakan berperan sebagai ibu rumahtangga.Pemerintah mendorong diselenggarakan pesta-pesta tari dan drama-drama yang menggabungkan antara lelaki dan perempuan.
Undang Undang
Dari sisi undang – undang, Al-Quran tidak lagi dijadikan dasar utama dalam penyelenggaraan negara dan pembentukan undang-undang. Undang-undang Allah SWT dianggap kuno dan ketinggalan jaman. Undang-undang Syariah digantikan dengan undang-undang Sipil yang berdasarkan sekularisme dengan mengadopsi Undang-undang Swiss, Itali dan Jerman.
Pendidikan
Dari sisi pendidikan, kebanyakan sekolah agama diganti dengan sekolah sekuler, yang menerapkan sistem pendidikan sekular sebagai dasar sistem pendidikan negara. Sistem yang bertujuan memisahkan islam dari kehidupan dunia manusia.
Mereka mendirikan sekolah yang mengajarkan Tarian Timur dan Tarian Barat supaya negara Islam terus mengalami kemunduran melalui hiburan dan berbagai bentuk maksiat yang meninggalkan syariat dan pertimbangan akal yang normal.
Ekonomi
Ekonomi Islam dihapus dan diganti dengan sistem ekonomi barat seperti Kapitalis, Sosialis, atau globalisasi ekonomi dan sebagainya. Bank-bank riba bebas bergerak  dalam negara negara Islam. Penyelenggaraan ekonomi berbasis riba adalah hal biasa dalam kehidupan umat islam walaupun Islam dengan jelas mengharamkannya. Arak dan judi diperjualbelikan dan dijadikan sumber pemasukan utama bagi individu dan negara tanpa melihat dampak negatifnya dalam masyarakat.
Bahasa
Pemerintah juga mengganti bahasa Arab dan bahasa Turki dengan huruf Latin.Dengan cara tersebut, bangsa Turki dipisahkan secara total dari agama dan warisan mereka. Mereka yang tidak menguasai huruf latin dengan baik pada ketika itu dihukum dengan pengharaman kerja, menarik balik kewarganegaraan, pengusiran dari tanah air dan penjara. Selain itu, pengajaran bahasa arab dan bahasa Turki dihapuskan serta penggunaan bahasa arab dalam penulisan dan komunikasi diharamkan.
Pemikiran Umat Islam
Pemikiran umat islam mulai ditanamkan pemikiran sekulerisme yang meyakini bahwa kemajuan hanya dapat dicapai dengan mengikut cara barat. Pemikiran ini berbahaya karena masyarakat akan meninggalkan agama dan rusaklah tatanan masyarakat.
Kekuatan umat Islam yang sebenarnya adalah Khilafah Islamiyyah. Ia merupakan sesuatu yang dianggap Barat sebagai kekuatan ancaman yang dapat menyatukan umat Islam di bawah pemerintahan yang satu
Namun kejayaan Khilafah Islamiyyah yang telah bertahan lebih dari 1000 tahun lenyap begitu saja oleh kehadiran pihak Barat yang oleh orang orang munafik yang bermuka dua. Mereka rela membantu Barat untuk menghancurkan Khilafah
Dampak kejatuhan Khilafah sangat merugikan umat Islam. Sebagai umat Islam, kita  harus senantiasa mengambil pengajaran dan menyadari kelemahan kita sendiri dan sungguh sungguh mencari kekuatan untuk mengembalikan Khilafah Islamiyyah, agar umat Islam kembali bersatu padu seperti zaman Rasulullah s.a.w lebih 1400 tahun yang lalu. [kombi/ISLAMPOS/www.globalmuslim.web.id]