Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan

Mahasiswa UGM ciptakan kompas canggih multifungsi

Mahasiswa UGM ciptakan kompas canggih multifungsi
Kompas multifungsi ciptaan mahasiswa UGM. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kegiatan di alam bebas merupakan kegiatan yang penuh resiko dan tingkat kesulitan tinggi. Akan tetapi, itulah realitas yang harus dihadapi oleh berbagai pihak yang bergelut di alam bebas dan para mahasiswa dan peneliti di bidang kebumian seperti geologi, geofisika, pertambangan. Kesulitan yang sering dihadapi ketika mengambil data di lapangan adalah karena alat-alat yang digunakan umumnya cukup banyak dan rumit sehingga memakan waktu lama.

Tiga mahasiswa Geologi UGM, Hafizhan Abidin Setyowiyoto, Ahmad Faizal Amin, dan Riko Susetia Yuda, berinisiatif untuk membuat sebuah alat untuk memecahkan masalah yang ada dengan membuat alat untuk mempermudah pengambilan data lapangan.

Berkolaborasi dengan dua mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi, Ghafar Ramadhan Faqih dan Ahmad Shalahuddin Abdullah, kelimanya dibawah bimbingan Dr. Agung Setianto menciptakan Long Ranger Compass, sebuah kompas multifungsi yang dapat digunakan untuk mengukur parameter kuantitatif dalam pengambilan data lapangan.

Kompas ini memadukan fungsi Global Positioning System (GPS), pengukur kemiringan dan arah automatis, altimeter, laser, dan data logger untuk memudahkan proses pengukuran data geologi lapangan. Data yang diukur di antaranya adalah adalah koordinat pengamat, kemiringan dan arah penyebaran lapisan batuan, suhu, tekanan udara, dan ketinggian. Data tersebut selanjutnya akan disimpan dalam data logger agar dapat di-recall dan dipresentasikan dalam format file excel.

Selain pengukuran langsung secara cepat, alat yang mereka gunakan juga dapat digunakan untuk melakukan pengukuran dari jarak jauh. Untuk pengukuran dari jarak jauh ini, pengguna dapat menembakkan laser untuk mengukur arah dan kemiringan lapisan batuan dari jarak jauh. Selain itu, laser juga dapat digunakan untuk menentukan posisi suatu objek terhadap pengguna dengan menembakkan laser ke objek dari dua titik yang diketahui koordinatnya. Keunggulan lainnya, alat ini sudah terintegrasi dengan software Geographic Information System (GIS) sehingga hasil pengukuran dapat langsung diolah di komputer.

Menurut mereka, ini adalah kali pertama mereka melakukan riset interdisiplin ilmu yang sangat jauh berbeda. "Ya, ini adalah kali pertama kami melakukan riset interdisiplin yang sangat jauh bedanya," demikian penuturan Hafizhan Abidin yang merupakan ketua kelompok tim, yang juga merupakan juga merupakan ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi FT UGM.

Pernyataan pria yang akrab dipanggil Hafiz ini diamini oleh Ghafar Ramadhan yang juga merupakan salah satu personil Tim Roket UGM yang memenangkan Kompetisis Muatan Roket Indonesia (KOMURINDO) 2015. "Semoga ini merupakan awal dari kerja sama interdisipliner yang dapat memecahkan masalah yang sering kita hadapi sehari-hari," sambung Ghafar.

Saat ditanya dari mana ide ini berasal, Faizal Amin (Amin) menjawab, "Ide ini berasal dari masalah yang kita temui sehari-hari sebagai mahasiswa geologi, yakni masalah lamanya waktu pengukuran karena membutuhkan banyak alat yang pengoperasiannya cukup rumit. Lalu kami mempunyai ide untuk memecahkan masalah dengan menggandeng personel dari jurusan lain yang mengetahui tentang peralatan elektronik."

Pernyataan ini didukung oleh Riko yang juga sahabat satu kelas Amin. "Awalnya kami sering main bareng, terus kepikiran ide-ide liar untuk membuat satu alat untuk memecahkan masalah yang sering kami temui di lapangan. Akhirnya, tercetuslah ide untuk membuat alat ini," sahut Riko.

Karya kreatif mereka rencananya akan dipresentasikan dalam kompetisi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-28 yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Universitas Halu Oleo Kendari, 5-9 Oktober mendatang untuk Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta.

"Semoga karya kami dapat menjadi salah satu karya terbaik pada PIMNAS kali ini. Meski kami menargetkan untuk menjadi salah satu pemenang pada event tahun ini, namun itu bukanlah harga mati karena pengalaman riset bersama selama setahun ini jauh lebih berharga dan tidak bisa dibeli dengan apapun, pungkas Hafizhan.

Diserang Hacker, Facebook & Instagram Sempat Lumpuh




Jakarta, CNN Indonesia -- Layanan jejaring sosial Facebook dan Instagram mengalami gangguan pada Selasa (27/1). Seorang pemrogram bernama Andrew Pope di Facebook, mengatakan bahwa kedua layanan ini terganggu selama 1 jam.

Dalam sebuah publikasi di halaman Facebook Developers, Pope mengatakan bahwa layanan Facebook padam dari jam 22.10 sampai 23.10 PST atau 13.10 sampai 14.10 WIB.

"Teknisi kami mengidentifikasi penyebab pemadaman dan memulihkan situs dengan cepat. Sekarang Anda akan melihat penurunan tingkat error saat sistem kami stabil," tulis Pope yang menjabat sebagai Production Engineering Manager.

Ini merupakan kerusakan yang pertama dialami Facebook di tahun 2015. Tetapi, ini bukan kerusakan terlama yang dialami Facebook.

Pada 2010 lalu, Facebook sempat tumbang selama 2,5 jam lalu di Oktober 2013 sempat tumbang selama 4 jam. Di waktu lain, Facebook hanya mengalami gangguan selama beberapa menit.

Facebook merupakan sebuah platform media sosial yang dimanfaatkan sebagai media beriklan. Ketika mereka mengalami gangguan, maka akan terjadi akumulasi kerugian dari para pengiklan.

Pada pertengahan 2014, Facebook dipercaya menghasilkan pendapatan senilai US$ 15.000 dari berbagai sumber setiap semenit. Maka dengan gangguan selama satu jam kali ini, Facebook mungkin akan mengalami kerugian sebesar US$ 900 ribu atau sekitar Rp 11,2 miliar.

2014 Kalahkan Rekor Suhu Terpanas 2010


Bumi sedang dirundung 'gerah'. Panasnya terik matahari langsung dirasakan oleh makhluk hidup, tanpa terserap oleh awan di langit.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan, kondisi panas menyengat yang terjadi selama beberapa hari terakhir, merupakan imbas dari pergerakan matahari yang saat ini posisinya berada di sekitar wilayah khatulistiwa.

“Karena setiap tahun peredaran matahari selalu bergerak dan saat ini tengah berada di sebelah selatan katulistiwa, sehingga radiasi mataharinya cukup optimum,” ujar Kepala sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG, Hary Tirto Jatmiko, Sabtu 11 Oktober 2014. (sumber: Koran Sindo)

Ternyata bukan saja di Indonesia, tapi kondisi panas saat ini memang bersifat menyeluruh seluruh dunia. Bahkan suhu panas tahun 2014 ini mengalahkan rekor suhu terpanas 2010.

Seperti diberitakan vivanews, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali mencatat bahwa selama enam bulan ke belakang--April hingga September 2014--merupakan periode terpanas sejak tahun 1880.

Seperti yang diberitakan Daily Mail, Rabu 15 Oktober 2014, para ahli NASA itu mengklaim periode saat ini menjadikan yang terpanas yang pernah dirasakan makhluk hidup, khususnya manusia.

Setidaknya, para ahli tersebut melihat dari bulan April hingga Agustus, dimana masing-masing bulan itu menjadi yang terpanas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada penelitiannya, mereka mengungkapkan bahwa dalam bulan April saja dideteksi tingkat karbondioksida hingga lebih dari 400 ppm.

Pusat Data Iklim Nasional (NCDC) pun mengamini ungkapan dari NASA mengenai suhu panas tersebut. NCDC mencatat, Juni tahun ini ditemukan suhu rata-rata naik 0,72 derajat celcius (1,3 derajat fahrenheit) menjadi 16,22 derajat celcius, dari sebelumnya 15,5 derajat celcius (59,9 derajat fahrenheit).

Di bulan Agustus, suhu rata-rata naik pula 0,75 derajat celcius (1,35 derajat fahrenheit) menjadi 16,35 derajat celcius (61,45 derajat fahrenheit), dari sebelumnya yang 15,6 derajat celcius (60,1 derajat fahrenheit).

Bulan Juni dan Agustus tersebut menjadikannya bulan yang diisi oleh suhu rata-rata tertinggi di abad ke-20. Di samping bulan April, Mei dan Juli juga mengalami peningkatan suhu rata-rata. Sedangkan, untuk September, NCDC akan mempublikasikannya dalam waktu dekat.

Namun, menurut NASA, suhu September naik mencapai 0,8 derajat celcius (14, derajat fahrenheit) di atas rata-rata periode tahun 1951-1980. Kenaikan itu pula yang memecahkan rekor terpanas tahun 2005.

"Jika kita terus mengalami kenaikan rata-rata untuk sisa bulan di tahun 2014 ini maka hal tersebut akan menjadikan tahun ini sebagai yang paling panas, mengalahkan tahun 2010," ungkap Klimatologi NCDC, Dr Jake Crouch, seperti dikutip Tech Times.

Hal ini disebabkan, kata Crouch, berdasarkan data, suhu terus meningkat dari tahun ke tahun selama enam bulan terakhir di tahun 2014. Sehingga memungkinkan bulan-bulan penghujung 2014, akan mengalami peningkatan pula dari sebelumnya.


Sumber : http://www.pkspiyungan.org

Fakta Ilmiah, Buang Hajat dengan Jongkok Seperti Nabi Lebih Sehat daripada Duduk ala Barat


Buang hajat: Duduk vs Jongkok
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan umatnya untuk jongkok saat buang air besar. Ibnu Qayyim Al Jauziyah menjelaskan posisi ini dalam Zaadul Ma’ad pada bab Petunjuk Nabi dalam Hal Buang Hajat.

Kebiasaan Rasulullah ini juga menjadi kebiasaan umat Islam hingga lebih dari seribu tahun. Namun, seiring dengan populernya kloset duduk standar Amerika, semakin banyak Muslim yang mengikuti cara orang-orang Barat dalam buang hajat. Padahal, fakta ilmiah membuktikan, posisi terbaik dalam buang air besar adalah dengan jongkok.

Medical Observer pada pekan lalu merilis fakta ilmiah bahwa buang hajat sambil jongkok adalah posisi yang lebih sehat dibandingkan buang hajat sambil duduk.

Dalam sebuah studi tahun 2003, 28 orang sehat menjadi relawan untuk buang hajat dengan duduk di toilet standar, duduk di toilet rendah, dan jongkok . Penelitian ini tidak hanya mencatat berapa lama waktu mereka, tetapi juga berapa banyak usaha yang dibutuhkan. Jongkok, studi ini menyimpulkan, memerlukan paling sedikit waktu dan usaha.

"Ini menunjukkan posisi jongkok lebih tepat secara fisiologis,” kata pakar pencernaan Anish Sheth, “Sederhananya, itu membuka jalur usus besar."

Ketika kita berdiri, usus besar (di mana kotoran disimpan) akan mendorong melawan otot puborecatlis. Duduk hanya sebagian melemaskan otot itu. Sedangkan jongkok sepenuhnya melemaskan, meluruskan usus besar. Itu, pada gilirannya, memudahkan proses buang kotoran.

Para ahli berpendapat bahwa penyakit pencernaan seperti radang usus, sembelit, dan wasir berasal dari duduk tegang saat berada di toilet. Beberapa dokter bahkan menyarankan pasien mencoba berjongkok untuk menangani masalah usus mereka. Namun, ada pula yang merekomendasikan menambahkan pijakan khusus agar bisa jongkok tanpa harus mengganti toilet duduknya.

Penelitian yang lebih baru yang dilakukan Stanford University juga menyimpulkan bahwa jongkok adalah cara yang tepat dan disarankan untuk buang hajat. [IK/bersamadakwah]

Konsistensi Historis-Astronomis Kalender Hijriah


Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Kalender hijriah ditetapkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khathab, 17 tahun setelah hijrahnya Rasulullah SAW. Keputusan itu muncul setelah dijumpai kesulitan mengidentifikasikan dokumen yang tak bertahun. Hijrah Rasulullah akhirnya sepakat dipilih dari sekian usulan alternatif acuan tahun Islam, karena saat itulah titik awal membangun masyarakat Islami.

Akurasi penghitungan mundur untuk menetapkan awal tahun hijriyah dan peristiwa-peristiwa penting lainnya sepenuhnya bergantung pada ingatan banyak orang. Secara hitungan berskala besar, seperti tahun, kemungkinan kesalahannya relatif kecil. Mungkin sekian banyak orang masih ingat suatu peristiwa terjadi tahun ke berapa sesudah atau sebelum Rasulullah hijrah dari Mekah ke Madinah. Tetapi hitungan rinci sampai tanggal atau bulan, kemungkinan kesalahannya lebih besar.

Riwayat kronologis kehidupan Rasulullah yang menyatakan tentang hari atau musim merupakan alat uji terbaik dalam analisis konsistensi historis-astronomisnya. Urutan hari tidak pernah berubah dan bersifat universal. Pencocokan musim diketahui dengan melakukan konversi sistem kalender hijriyah ke sistem kalender masehi. Program digunakan sebagai pendekatan awal yang praktis dalam merekonstruksi kronologi kejadian penting dalam kehidupan Rasulullah.

Analisis konsistensi kronologi sejarah dengan pendekatan astronomi menunjukkan bahwa sistem kalender hijriyah juga baik untuk menelusur kejadian sebelum hijrah. Walaupun bilangan nol belum dikenal saat itu, sistem kalender hijriyah ternyata telah memperkenalkan konsep tahun nol. Saat Rasul hijrah dianggap sebagai tahun nol, karena angka tahun menyatakan sekian tahun setelah Rasul hijrah.

Konsep tahun nol seperti itu tidak dikenal dalam sistem kalender Masehi sehingga menimbulkan polemik tentang kapan awal abad 21 atau milenium ke tiga (tahun 2000 atau 2001). Dengan konsep tahun nol pada tahun Hijriyah, umat Islam secara tepat dapat menyatakan tahun 1400 lalu sebagai awal abad 15 hijriyah, yang disebut sebagai abad kebangkitan Islam.

Rekonstruksi Kronologis
Dalam sebuah hadits shahih tentang puasa hari Senin, Rasulullah SAW menyatakan bahwa hari itu (Senin) dilahirkan, diutus menjadi Rasul, dan diturunkan Al-Quran pertama kalinya (HR Muslim). Jabir dan Ibnu Abbas berpendapat Rasulullah SAW dilahirkan malam Senin 12 Rabi’ul awal, pada hari dan tanggal itu beliau diangkat sebagai Nabi dan Rasul, di-Mi’raj-kan ke langit, hijrah ke Madinah, dan wafat.

Beragam informasi dijumpai di buku-buku tarikh tentang kejadian-kejadian itu. Haekal menyatakan tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW saja terdapat berbagai pendapat. Ada yang menyatakan lahir pada tanggal 2, 8, 9, atau 12. Bulannya pun beragam: Muharam, Shafar, Rabi’ul awal, Rajab, atau Ramadhan. Tahunnya: tahun Gajah, 15 tahun sebelum tahun Gajah, 30 tahun setelah tahun Gajah, atau 70 tahun setelah tahun Gajah. Namun kebanyakan pendapat menyatakan Rasulullah SAW dilahirkan pada hari Senin 12 Rabi’ul awal tahun Gajah.

Tahun Gajah adalah saat Abraha dan pasukan bergajahnya berniat menghancurkan Ka’bah, tetapi digagalkan Allah. Hal itu terjadi 53 tahun sebelum hijrah (secara matematis-astronomis dapat dinyatakan sebagai tahun -53 H). Sehingga saat kelahiran Nabi tersebut bertepatan dengan hari Senin 5 Mei 570 M.
Kapankah tepatnya pengangkatan beliau menjadi Rasul? Tahun kejadiannya umumnya bersepakat pada saat Nabi berumur 41 tahun, atau tahun Gajah ke-41 (tahun -13 H). Hanya tentang tanggal dan bulannya tidak ada kesepakatan. Menurut Jabir dan Ibnu Abbas tersebut di atas, hal itu terjadi pada hari Senin 12 Rabi’ul awal. Itu bertepatan dengan Senin 24 Februari 609 M.

Pendapat lainnya menyatakan terjadi pada 17 Ramadhan berdasarkan isyarat pada QS 8:41 bahwa Al-Quran diturunkan pada hari Furqan, hari bertemunya dua pasukan yang ditafsirkan sebagai saat perang Badar 17 Ramadhan. Isyarat lainnya ada pada QS 2:185 bahwa Al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan. Bila harinya mengacu pada hadits Muslim serta pendapat Jabir dan Ibnu Abbas, maka 17 Ramadhan -13 H tersebut bertepatan dengan hari Senin 25 Agustus 609 M.

Hasbi Ash Shiddieqy dalam pengantar Tafsir Al Bayaan menyatakan ayat nubuwah (pengangkatan sebagai Nabi) pertama kali turun pada bulan Rabi’ul awal dengan 5 ayat pertama surat Al Alaq. Kemudian ayat risalah (pengangkatan sebagai Rasul) turun pada 17 Ramadhan dengan beberapa ayat awal surat Al Muddatstsir. Riwayat menyatakan bahwa baik saat menerima ayat nubuwah maupun ayat risalah, Rasulullah SAW meminta Sitti Khadijah menyelimuti beliau. Pendapat mana pun yang diambil, kenyataan pada saat musim panas bulan Agustus Rasulullah SAW minta diselimuti, menunjukkan betapa hebatnya ketakutan manusiawi beliau hingga beliau menggigil.

Peristiwa Isra’ Mi’raj saat mulai diwajibkannya shalat lima waktu pun tidak ada kesepakatan kapan terjadinya. Sebagian besar mengikuti pendapat Ibnu Katsir dari riwayat yang tidak shahih isnadnya, bahwa Isra’ mi’raj terjadi pada 27 Rajab -1 H (satu tahun sebelum Hijrah). Itu berarti terjadi pada hari Rabu 15 Oktober 620. Tetapi bila mengikuti pendapat Jabir dan Ibnu Abbas bahwa Isra’ Mi’raj terjadi pada hari Senin 12 Rabi’ul awal, berarti terjadi pada 12 Rabi’ul awal -3 H (tiga tahun sebelum Hijrah) yang bertepatan dengan Senin 6 November 618.

Peristiwa Hijrah Rasulullah SAW terjadi pada bulan Rabi’ul awal tahun 13 Bi’tsah (13 tahun setelah pengangkatan sebagai Rasul). Berangkat pada 2 Rabi’uilawal dan tiba pada 12 Rabi’ul awal. Saat tiba di Madinah 12 Rabi’ul awal 0 H bertepatan dengan hari Senin, 5 Oktober 621. Ini sesuai dengan pendapat Jabir dan Ibnu Abbas bahwa harinya Senin. Beberapa penulis riwayat Rasulullah SAW merancukan saat hijrah tersebut dengan tahun baru hijriyah pertama. Haekal dan Al Hamid Al Husaini menyebutkan peristiwa Hijrah terjadi pada bulan Juli. Haekal menyatakan Rasulullah tiba di Madinah hari Jumat. Sesungguhnya bulan Juli adalah tahun baru 1 Muharram 1 H yang jatuh pada hari Jumat, 16 Juli 622.

Puasa Ramadhan mulai diwajibkan pada hari Senin 2 Sya’ban 2 H atau 30 Januari 624 M. Itu berarti puasa Ramadhan pertama terjadi pada bulan Februari-Maret, dengan suhu yang relatif sejuk dan panjang hari termasuk normal (panjang siang hari sekitar 12 jam). Menurut analisis astronomis, selama Rasulullah hidup hanya 9 kali beliau berpuasa, 6 kali selama 29 hari dan hanya 3 kali selama 30 hari. Puasa pertama selama 29 hari.

Riwayat tentang perang Badar tidak konsisten dari segi hari dan tanggalnya. Menurut beberapa pendapat, perang Badar terjadi hari Jumat 17 Ramadhan 2 H. Sesungguhnya 17 Ramadhan 2 H jatuh pada hari Selasa 13 Maret 624.  Tanggal 17 Ramadhan yang jatuh pada hari Jumat terjadi pada tahun 1 H yang bertepatan dengan 25 Maret 623. Namun, dikonfirmasikan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya, tidak mungkin hal itu terjadi pada tahun pertama hijriyah. Jadi, riwayat yang menyatakan perang Badar terjadi pada hari Jumat, tidak akurat menyebutkan harinya.

Perang Uhud yang memberikan pelajaran berharga akan pentingnya ketaatan kepada perintah Rasul terjadi pada 15 Syawal 3 H atau hari Ahad 31 Maret 625. Pada perang tersebut kemenangan berbalik menjadi kekalahan ketika pasukan pemanah yang diperintah Rasulullah tidak taat untuk tetap di tempat. Walaupun demikian kedua belah pihak sama-sama menderita korban yang besar. Kemudian Abu Sufyan ketika hendak meninggalkan medan perang menantang untuk berperang kembali di Badar.

Ternyata perang Badar Shugra (Badar kecil) yang terjadi pada Sya’ban 4 H (Januari 626) saat musim paceklik tidak jadi berlangsung karena Abu Sufyan merasa ketakutan dan menarik pasukannya kembali ke Mekah (QS 3:172-174). Mungkin pada peristiwa inilah, yang terjadi sebelum Ramadhan, Rasulullah menyatakan bahwa mereka baru pulang dari perang yang kecil menuju jihad yang besar, jihadunnafs, jihad melawan hawa nafsu pada puasa Ramadhan yang menjelang tiba.

Berbeda dengan perang Badar kubra dan perang Uhud yang terjadi pada awal musim semi, perang Khandaq terjadi pada musim dingin saat krisis pangan dan perang Tabuk pada akhir musim panas yang sangat terik. Perang Khandaq (parit) terjadi pada bulan Syawal 5 H (Februari 627). Saat itu kaum Muslimin yang membentengi diri dengan parit di sekeliling Madinah dikepung selama 3 pekan. Kaum musyrikin menghentikan pengepungannya setelah diporakporandakan oleh badai yang sangat dingin.

Perang Tabuk terjadi pada bulan Rajab 9 H (Oktober 630). Hadits dan Al-Quran (QS 9:81) menceritakan perjuangan yang berat di tengah cuaca yang sangat terik menghadapi ancaman tentara Romawi. Sebagian penulis sejarah meragukan peristiwa tersebut terjadi pada bulan Oktober yang dianggapnya sudah memasuki musim dingin, yang berbeda dari ungkapan dalam hadits atau Al-Quran. Tapi sesungguhnya pada bulan itu suhu mendekati 30 derajat pada siang hari bukan hal yang mustahil dalam perjalanan dari Madinah ke Tabuk (dekat Jordan).

Hari-hari terakhir kehidupan Rasulullah ditandai dengan turunnya QS 5:3 yang menyatakan bahwa Allah telah menyempurnakan agama Islam dan meridhainya. Ayat itu turun saat wukuf di Arafah 9 Dzulhijjah 10 H yang bertepatan dengan Jumat 6 Maret 632. Mungkin ini berkaitan dengan sebutan haji akbar bila wukufnya jatuh pada hari Jumat.

Tiga bulan setelah turunnya ayat tersebut Rasulullah wafat pada  12 Rabi’ul awal 11 H. Analisis astronomis menyatakan 12 Rabi’ul awal mestinya jatuh pada hari Sabtu 6 Juni 632. Namun banyak yang berpendapat Rasulullah wafat pada hari Senin, itu berarti tanggal 8 Juni 632. Perbedaan dua hari tidak dapat dijelaskan akibat terjadinya istikmal (penggenapan menjadi 30 hari) bulan Shafar. Mungkin yang terjadi adalah  ‘kelalaian’ massal dalam penentuan awal bulan akibat kesedihan umat yang mendalam menghadapi Rasul yang dicintainya menderita sakit sejak bulan Shafar.

Terlepas dari “kelalaian” tersebut ada hal yang menarik tentang hari Senin 12 Rabi’ul awal tersebut. Apakah suatu kebetulan atau mukjizat Rasulullah SAW, ternyata beberapa peristiwa penting jatuh pada hari Senin 12 Rabi’ul awal. Konsistensi hari dan tanggal membuktikan bahwa Rasulullah lahir, hijrah, dan wafat terjadi pada hari dan tanggal tersebut. Walaupun tidak banyak yang bersepakat, pengangkatan sebagai Nabi saat menerima wahyu pertama kali dan peristiwa Isra’ Mi’raj mungkin pula terjadi pada hari dan tanggal tersebut.

Ilmuwan Temukan Tempat Terdingin di Bumi

Antartika


Antartika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Para ilmuwan baru-baru ini mencatat suhu terendah di Bumi di satu dataran tinggi es sepi nan jauh di Antartika Timur.

Suhu terdingin ini mengalahkan catatan yang dibuat pada 1983 dan sekaligus mengungkapkan teka teki baru mengenai benua tertutup es itu.

Ted Scambos, kepala ilmuwan pada Pusat Data Salju dan Es Nasional (NSIDC) dan timnya mendapati suhu antara minus 92 sampai minus 94 derajat Celsius pada sebuah petak sepanjang seribu km di bagian tertinggi Antartika Timur.

Pengukuran suhu ini dibuat antara 2003 dan 2013 oleh sensor Spektroradiometer Pencitraan Resolusi Moderat (MODIS) pada satelit Aqua milik NASA. Serta selama musim dingin Belahan Bumi Selatan oleh Landsat 8. Yaitu satelit baru yang diluncurkan awal tahun ini oleh NASA dan Badan Meteorologi AS (USGS).

"Saya tak pernah berada dalam kondisi dingin seperti itu dan saya harap saya tak pernah mengalaminya," kata Scambos seperti dikutip science daily.com.

"Saya diberi tahu bahwa setiap tarikan nafas akan terasa menyakitkan dan Anda harus luar biasa hati-hati untuk jangan sampai membekukan bagian tenggorokan atau paru-paru saat menghirup udara."