Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan

PAPUQ SAINI, PENJUAL NASI LINTAS GENERASI ITU TELAH PERGI


“Untuk dikenang oleh manusia tak harus berupa hal besar yang tak bisa dilakukan, cukup sesuatu yang sederhana dan kita bisa wujudkan, namun memberikan arti dan manfaat pada orang lain.”

PENJUAL NASI LINTAS GENERASI YANG PENUH INSPIRASI

Melintasi depan gedung PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa) Universitas Mataram selintas mata melirik berugak yang berada didepan bangunan itu. Mata sekejap melihat sosok yang tak asing ditempat duduk para aktifis tersebut. Aneh kok ada sosok tua disitu. Saya memutar motor dan memarkir dibangunan asrama tepat bersebalahan gedung PKM. Kaki terlangkah keberugak memastikan sosok tadi. Di atas berugak berjejer rantang berisi ikan dan sayur, termos nasi, tumpukan piring dan sendok, termos air panas dan beberapa bungkus kopi instan berbagai merk.

SUMARDI MEMULAI DARI DESA


Sabtu pagi akhir pekan lalu, ketika masih dalam suasana duka dan penuh khawatir atas gempa 7,7 SR Sulawesi tiba-tiba nomor tak dikenal membuat HP saya mengeluarkan nada panggilan. Ternyata tak dinyana telepon dari sahabat lama yang baru mendapat musibah besar, dipundaknya dimandatkan oleh warga desa kelahiran sebagai kepala desa.

Sejak menyelesaikan kuliahnya di IKIP Mataram ia langsung kembali ke kampung halamannya di Desa Siru Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Di dunia literasi (kepenulisan) ia salah satu penyengat bagi saya. Saat kuliah beberapa tulisannya dimuat dimedia nasional salah satunya Majalah Suàra Hidayatullah, sengatannya ini membuat saya mengirimkan tulisan ke suara pembaca Majalah Saksi dan dimuat (terkait Tragedi IKIP Mataram). Setidaknya sama-sama dimuat walaupun dimajalah berbeda dan rubrik yang tak serupa.

Pasca kampus literasi tak bisa dipisahkan darinya hingga terbit buku pertamanya "Pemuda dalam Dinamika Perubahan dan Kepemimpinan". Buku ini seakan menjadi sengatan level menengah bagi saya. Setelah melalui masa yang lumayan panjang akhir sengatan itu berbuah buku BEST SELLER Inspirasi dan Spirit Menjadi Manusia Luar Biasa.

Majunya ia ke pemilihan dan terpilih sebagai kepala desa, dalam kacamata saya adalah pembuktian dari Narasi yang ia tulis dalam bukunya. Anak muda dalam perubahan dan kepemimpinan harus seperti apa meraih dan mengelolanya. Buah perenungan literasinya terbukti dalam hasil perhitungan suara : 1. Jumaidin 14 suara, 2. Sudirmanto 324 suara (teman sealmamater IKIP Mataram), 3. Sumardi 457 suara dan patahana 5. Ali Mustaram 72 suara.

Bagi saya ini menjadi sengatan tegangan tinggi. Kedepan seperti apa efeknya? Biar deret waktu dan peluh ikhtiar membersamai takdir-Nya. Setidaknya saya mengucapkan selamat menunaikan amanah mulia kepemimpinan. Saatnya membuktikan bahwa kaum muda bisa lebih baik dalam melanjutkan estafet generasi sebelumnya. Semoga tetap istiqomah pak guru Sumardi.

02102018 07:31 Kamar 1A5
#IWANwahyudi
#MariBerbagiMakna
#InspirasiWajahNegeri
www.iwan-wahyudi.net

Rula, Dokter Inspiratif dari Bima


Meski ini bukan yang pertama bertemu dan berdiskusi ringan dengan beliau. Namun rasanya, ini yang serius kami membicarakan sesuatu. Di NTB dalam hal Tokoh Medis, wajah dan namanya tentu sudah tak asing.... Saya dan mungkin banyak orang memanggilnya Dokter Nas.

Dokter dengan umur masih muda, asal Lambu kab Bima. Alumni SMUN 1 Kota Bima kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram). Dok Nas memilih untuk berkarier di Bidang Pelayanan medis pada zona Wisata dan pulau, bukanlah sebuah keputusan yang mudah karena budget utk itu minimal diangka '9 digit'. Dan itu yang membuat Dokter Nas pemilik Akun FB Nasrullah Marewo menjadi 'booming'. 

Ia kendalikan beberapa unit rumah sakit di P. Lombok, salah satunya adalah 'Blue Island Medical Clinic' di 3 gili yang ada di Lombok Utara. Demikian pula dengan 6 Titik RS, salah satunya di Pantai Kuta Lombok Tengah yang ia bangun. Untuk itu, ia lakukan langkah cepat, membeli Helicopter Clinik yg standby di Gili dan 1 Unit Pesawat Jet Beechraft (Pesawat Medis) dan melakukan Terobosan Link Pelayanan Rujukan ke Luar Negeri.

Salah satu gebrakan cepat yang ia lakukan dalam bidang medis adalah menjalin mitra dengan 150 Asuransi kesehatan di Indonesia dan belasan Asuransi Kesehatan Luar Negeri.... Berapa pendapatan Dokter Nas dalam sebulan...??? Jangan ditanyalah, saya aja tidak pernah menanyakannya....!!!

Di keluarga ia juga biasa di panggl " Rula". Mendobrak keterbatasan karena dari kalangan tak berada, sehingga ia cukup dikenal berotak encer sejak kecil dan juara saat SMA. Sosoknya yang lowprofile membuat orang tak menyangka keberhasilannya saat ini.

Sumber : FB Rangga Babuju

Belajar Hidup Jujur dari Mohammad Hatta


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Karta Raharja Ucu (@kartaraharjaucu), Wartawan Republika
Mohammad Hatta adalah satu dari sedikit pejabat yang semasa hidupnya bisa menjadi teladan bagi penerusnya saat ini. Kehidupan Bapak Koperasi Indonesia itu memang tidak jauh dari kata jujur dan lugu. Kisah tentang keteladanan Bung Hatta dituturkan putri keduanya, Gemala Rabi’ah Hatta dalam buku Bung Hatta di Mata Tiga Putrinya. Di buku itu, Gemala menceritakan kejujuran ayahnya menggunakan fasilitas negara.

Bung Hatta pada 1971 baru mendarat di Indonesia setelah berobat dari Belanda. Bukannya beristirahat, yang pertama ia minta kepada sekretaris pribadinya, I Wangsa Widjaja adalah membuatkan laporan penerimaan dan pengeluaran uang selama berobat di Negeri Kincir Angin. Sebagai mantan wakil presiden, Bung Hatta memang berhak berobat menggunakan uang negara.

Gemala mengatakan, sudah menjadi kebiasaan ayahnya saban pulang dari kunjungan ke luar negeri, meminta sekretaris pribadinya membuatkan laporan keuangan. Satu rupiah pun uang negara yang tersisa dari perjalanan dinas harus dikembalikan ke kas negara.

Kejujuran Hatta ternyata membuat pekerjaan Wangsa bertambah berat. Sebab, saat uang sisa perjalanan dinas hendak dikembalikan, bendahara negara malah menolaknya. Menurut mereka, uang sisa itu tidak perlu dikembalikan, karena bisa dianggap sebagai uang saku tambahan.

“Bendahara Setneg bilang, uang yang sudah dikeluarkan dianggap sah menjadi milik orang yang dibiayai, tidak usah dikembalikan,” kata Gemala saat menceritakan pengalaman Wangsa.
Lalu senangkah Bung Hatta?
Wangsa malah ditegur keras oleh Hatta. Ia bersikeras uang itu harus dikembalikan kepada negara. “Kebutuhan rombongan dan kebutuhan saya sudah tercukupi, jadi ini harus dikembalikan,” ujar Bung Hatta.

Bung Hatta berpendapat, seluruh rombongan yang menyertainya berobat di Belanda sudah mendapat uang saku yang memadai. Sehingga, jika ada kelebihan dari sisa uang tersebut, wajib hukumnya mengembalikan kepada negara. “Kalau masih ada sisanya yang tak terpakai, wajib dikembalikan. Itu bukan uangku. Kembalikan kepada negara,” kata Bung Hatta.

Akhirnya Wangsa kembali ke Sekretariat Negara dan memaksa agar uang itu bisa masuk ke dalam kas negara. Tak lupa, ia meminta laporan tertulis untuk diberikan kepada Bung Hatta. “Saya jadi bahan tertawaan semua orang di Setneg,” cerita Wangsa.
Sumber : Pusat Data Republika
http://www.republika.co.id

Sang Srikandi Yang Memberi Cahaya Dalam Kegelapannya

Menjelang siang usai sebuah acara, saya mendekati dua sejoli yang sedang duduk berdampingan kemudian menyapanya “ Assalamu’alaikum mas dan mbak, Saya Iwan mau memberikan buku saya boleh?”. “ oooh…boleh, terima kasih” jawab mereka hampir bersamaan. Kemudian si wanita melanjutkan jawaban dengan senyum khasnya ‘ oh… mas Iwan ini penulis juga toh, wah saya kangen juga nulis-nulis, saya juga lagi nulis buku loh”. Saya kaget 180 derajat mendengarnya, seketika tidak nyambung antara nalar otak dan pemandangan yang ada dihadapan saya (Kenapa? jawabnya ada di akhir tulisan ini).

Anak Muda Terkaya Dunia, Baru 25 Tahun Punya Duit Rp 30 Triliun

Liputan6.com, New York - Usianya masih belia. Masih jauh menginjak 30 tahun. Tapi siapa sangka, dia masuk jajaran orang terkaya di Amerika Serikat versi Forbes. Dua sahabat, Evan Spiegel, 25 tahun dan Bob Murphy, 27 tahun baru pertama kalinya masuk dalam daftar ini.

Spiegel adalah anak muda paling kaya di dunia dengan total kekayaan US$ 2,1 miliar setara Rp 30,7 triliun. Jumlah kekayaan yang sangat mencengangkan untuk anak muda umur 25 tahun.

Sedangkan Murphy, total kekayaannya mencapai US$ 1,8 miliar atau setara Rp 26,3 triliun dan masuk jajaran nomor 357 dunia. Keduanya adalah pencipta aplikasi pengiriman pesan, Snapchat.

Dikutip dari CNN Money, Jumat (2/10/2015), dua sahabat ini bertemu di Stanford University hingga akhirnya bersama rekan yang lain menciptakan aplikasi ini. Kini Snapchat punya nilai pasar hingga mencapai US$ Rp 234 triliun. Tak heran, mereka 'kecipratan' kekayaan yang sangat besar.

Ini bukan kali pertama Amerika Serikat menciptakan anak muda yang bisa menghasilkan kekayaan yang mencengangkan. Lebih jauh lagi, masuk dalam jajaran orang terkaya dunia.
Sama-sama di bidang teknologi, siapa yang kenal Mark Zuckerberg. Pencipta situs jejaring sosial terbesar dunia ini juga pernah menjadi anak muda terkaya sebelum umurnya menginjak 31 sekarang.

Zuckerberg termasuk anak muda yang sukses karena menciptakan aplikasi dengan pengguna mencapai miliaran akun di dunia.

Kini, Zuckerberg masuk ke jajaran orang terkaya dunia ke-7 versi Forbes dengan total kekayaan US$ 39,9 miliar, atau setara Rp 584 triliun. (Zul/Ndw)

Ahmad Heryawan, Gubernur dengan Seabreg Prestasi

Ahmad Heryawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak salah jika Presiden Jokowi menyematkan penghargaan bintang jasa kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Pasalnya, prestasi Kang Aher -- sapaan Ahmad Heryawan -- cukup menonjol.

Ahmad Heryawan menerima penghargaan bersama 22 tokoh nasional lainnya di Istana Negara, Kamis (13/8).

Cukup banyak prestasi yang diraih Kang Aher selama menjabat sebagai orang nomor satu di Jawa Barat. Prestasi itu ditandai dengan penerimaan penghargaan, baik secara pribadi maupun lembaga, yang dipimpinnya selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Aher boleh dibilang gubernur dengan seabreg penghargaan atas prestasinya memajukan pembangunan di Jawa Barat.

Catatan Republika Online, hingga 18 Desember 2012 saja cukup banyak penghargaan yang diraih pria kelahiran Sukabumi tahun 1966 silam ini. Penghargaan itu meliputi:
Berdasarkan waktu penerimaan:

(1) Tahun 2008 = 4 Penghargaan
(2) Tahun 2009 = 10 Penghargaan
(3) Tahun 2010 = 13 Penghargaan
(4) Tahun 2011 =  31 Penghargaan
(5) Tahun 2012 = 33 Penghargaan

Berdasarkan Bidang:

(1) Bidang Pembangunan Infrastruktur dan Lingkungan Hidup = 13 Penghargaan
(2) Bidang Pembangunan Sosial Budaya = 23 Penghargaan
(3) Bidang Pembangunan Perekonomian = 22 Penghargaan
(4) Bidang Pemerintahan = 33 Penghargaan

sumber: Biro Humas dan Protokol Pemprov Jabar

Ahmad Heryawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Prestasi dan kerja keras rupanya menjadi bagian tak terpisahkan dari Ahmad Heryawan. Sebagai orang nomor satu di Jawa Barat, cukup banyak prestasi yang diraih.

Ini daftar penghargaan yang pernah diraih Ahmad Heryawan baik sebagai pribadi maupun sebagai kepala daerah :

1.Penghargaan Adi Upaya Puritama dari Kementerian Perumahan Rakyat, atas kontribusi yang signifikan bagi pembangunan perumahan dan permukiman Tahun 2008

2.Penghargaan Khusus pembinaan Jasa Kontruksi,  atas pencapaian kinerja terbaik peringkat pertama Bidang Jasa Konstruksi  dari Kementrian Pekerjaan Umum tahun 2008;

3.Penghargaan Anugerah KORPRI Abdi Negara atas jasa, pengabdian dan dharma baktinya dalam memajukan KORPRI. Tahun 2008

4. Penghargaan Kamar Dagang dan Industri Pusat, atas terjalinnya hubungan kemitraan dengan baik antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Kadin Provinsi Jawa Barat dalam kebijakan dan kerjasama Pengembangan ekonomi serta jasa-jasanya dalam mendukung program-program kadin di daerah Provinsi Jawa Barat. Tahun 2008

5.Penghargaan Anugerah Aksara dari Kementrian Pendidikan Nasional, atas kepedulian dan kinerja yang tinggi dalam percepatan pemberantasan buta aksara; Tahun 2009

6. Penghargaan dari Kementrian Sosial, atas kepedulian dan keberpihakan dalam mewujudkan kesamaan kesempatan bagi penyandang cacat; Tahun 2009.

7. Penghargaan anugerah Adiupaya Puritama, dalam kategori pembina pemerintah Kota Metropolitan/ Besar bidang Penyelenggaraan Pengembangan Perumahan dan Permukiman dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional Tahun 2009

8.Penghargaan Agro Inovasi Pengembangan Hortikultura dari Kementrian Pertanian, atas dukungan, kerjasama penelitian, inovasi dan pengembangan pertanian; Tahun 2009

9.Penghargaan Agro Inovasi Pengembangan Hortikultura dari Kementrian Pertanian, atas dukungan, kerjasama penelitian, inovasi dan pengembangan pertanian; Tahun 2009

10. Penghargaan Daerah Berprestasi Kinerja Keuangan, Ekonomi, dan Kesejahteraan dari Kementerian Keuangan, sebagai daerah berprestasi berdasarkan kinerja keuangan, kinerja ekonomi, dan kesejahteraan; Tahun 2009.

Ahmad Heryawan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menjadi salah satu dari 22 tokoh yang menerima penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka, Kamis (13/8).

Berikut lanjutan daftar penghargaan yang pernah diraih Kang Aher. Data diambil dari Biro Humas Pemprov Jabar belum lama ini.

11. Tahun 2009. Penghargaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat atas terjalinnya kemitraan dan kerjasama ekonomi di Jabar;

12. Tahun 2009. Prestasi sebagai salah satu Provinsi Terbaik dalam hal Integritas Pelayan Publik. Hasil Survey Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia sebagai salah satu provinsi terbaik dalam hal integritas pelayanan publik;

13. Tahun 2010. Penghargaan REGIONAL CHAMPION dari Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, sebagai salah satu Provinsi dari 7 Provinsi Unggulan dengan iklim investasi terbaik;

14. Penghargaan Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia sebagai Gubernur tahun 2010;

15. Juara umum Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXIII Tahun 2010 di Provinsi Bengkulu;

16. Penghargaan Lencana DARMA BAKTI Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, meraih Tanda atas jasa/sumbangannya yang cukup besar artinya bagi perkembangan Gerakan Pramuka dan gerakan kepramukaan di dunia; Tahun 2010

17. penghargaan MANGGALA KARYA KENCANA dari Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), meraih atas jasa-jasa yang sangat menonjol dalam menggerakkan peran serta masyarakat untuk mencapai keberhasilan Program KB Nasional, khususnya di lingkungan Provinsi Jawa Barat; Tahun 2010

18. penghargaan KSATRIA BAKTI HUSADA KARTIKA dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia berupa tanda penghargaan, atas jasa luar biasa dalam menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat; Tahun 2010

19. Penghargaan LPSE terbaik tingkat nasional; meraih juara nasional dengan predikat terbaik nasional; tahun 2010

20. Penghargaan Kementrian Pekerjaan Umum  atas pencapaian kinerja terbaik Bidang Kebinamargaan tahun 2010;

21. penghargaan Khusus Bidang Pertanian dari Presiden RI sebagai provinsi dengan produksi padi tertinggi tingkat nasional; Tahun 2010

22. Tahun 2010 sebagai juara umum penghargaan ADIBAKTI MINA BAHARI, atas kontribusi dan peran serta dalam peningkatan produktivitas ekonomi, pengembangan usaha perikanan, dan pelestarian sumberdaya ikan maupun lingkungan;

23. Penghargaan berdasarkan penilaian kategori kedaruratan BPBD Provinsi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

24. Penghargaan berdasarkan kategori rehabilitasi & rekontruksi BPBD Provinsi dari Badan Nasional Penaggulangan Bencana.

25. 2 Pebruari 2011 meraih penghargaan sebagai kepala daerah terbaik dalam pengembangan kewirausahaan dari Menteri Negara UKM Republik Indonesia.

26. Tahun 2011 meraih penghargaan atas prestasinya dalam implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Tahun 2010 dari Menteri Negara Pendayagunaan aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

27. Tahun 2011 meraih penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara 2011 di dalam bidang perencanaan dari Presiden Republik Indonesia

28. Tahun 2011 meraih penghargaan Anugerah Pendidikan Inklusif Tahun 2011 dari Menteri Pendidikan

29. Tahun 2011 meraih Penghargaan ADI UPAYA PURITAMA dari Presiden RI

30. Penghargaan gelar doktor kehormatan, Honorary Doctor of Business Administration di youngsan University Korea selatan 15 November 2011

31. Penghargaan Adibakti Mina Bahari dari Presiden di dumai 13 Desember 2011

32. Penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari wapres di Yogyakarta tanggal 19 Desember 2011

33. Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Pratama di Balai Kartini Jakarta 22 Desember 2011

34. Penghargaan Transmigrasi Award kategori daerah asal transmigrasi dari Menteri Koordinator Kesra RI,  28 Desember 2011 di Jakarta

4 Kisah bahasa asing Haji Agus Salim bikin orang terkagum-kagum

4 Kisah bahasa asing Haji Agus Salim bikin orang terkagum-kagum

Merdeka.com - Haji Agus Salim dikenal sebagai negarawan dengan kecerdasan luar biasa. Salah satu kemampuannya yang banyak dipuji di dalam dan luar negeri adalah menguasai banyak bahasa.

"Kepandaiannya luar biasa. Dalam seratus tahun hanya lahir satu manusia semacam itu," puji Bung Hatta.

Haji Agus Salim dikenal menguasai banyak bahasa, sedikitnya sembilan bahasa. Dia menularkan kemampuan berbahasa asing itu kepada anak-anaknya. Sejak kecil, anak-anaknya sudah lancar berbahasa Belanda. Berikut kisah tentang kemampuan bahasa asing Haji Agus Salim yang mengundang pujian seperti dirangkum merdeka.com:

Inggris dan Prancisnya dipuji saat konferensi di Jenewa

Merdeka.com - Tahun 1930, Agus Salim menghadiri Konferensi Buruh Internasional di Jenewa. Dia hadir didaulat sebagai penasehat delegasi buruh Belanda.

Di dalam konferensi, Haji Agus Salim berpidato memakai bahasa Inggris. Pidato yang baik dan bagus itu mendapatkan pujian dari peserta konferensi.

Terpantik oleh bagusnya pidato dia, ada seorang peserta menantang Agus Salim berpidato dalam bahasa Prancis di lain waktu. Saat Agus Salim mendapatkan gilirannya, dia berpidato dalam bahasa Prancis. Hal itu didahului dengan permintaan izin dia untuk diperkenankan memakai bahasa Prancis.

Permintaan peserta konferensi yang terkesan tantangan itu dengan mudah dia penuhi. Pidatonya dalam bahasa Prancis memperoleh pujian. Hal yang sama dia peroleh pada pidato awal via bahasa Inggris.

Menurut Mohamad Roem, anak didik Agus Salim sebelum masa kemerdekaan, orang Belanda anti ucapkan pujian, bahkan penghargaan pun tidak. Dia menilai pujian orang Belanda terhadap Agus Salim itu sangat menonjol. Apalagi orang Belanda terikat perasaan, jika bangsa Indonesia masih terbelakang.

Bahasa Arabnya sangat fasih

Merdeka.com - Haji Agus Salim yang akrab dipanggil Pak Salim merupakan sosok politisi istimewa di benak masyarakat dan cendekiawan Mesir.? Kemampuan berbahasa asing salah satu tokoh elit Sarekat Islam (SI) ini sempat memukau khalayak Mesir. Hal itu seperti kesaksian M. Zain Hasan, aktivis 1947, yang mencari dukungan Mesir (Liga Arab) untuk Indonesia.

Saat berkunjung ke Mesir, Pak Salim mengadakan tiga kali ceramah dengan tiga bahasa yang berlain-lainan. Ceramah itu diucapkan lewat bahasa Prancis di Institut Geografi Kerajaan, bahasa Inggris di Aula Universitas Fouad I (Universitas Kairo sekarang), dan bahasa Arab di Gedung Persatuan Wartawan Mesir.

Gedung Persatuan Wartawan Mesir adalah saksi bisu dia mengejutkan para pewarta Mesir waktu itu. Tak ada yang mengira Pak Salim akan berpidato dengan bahasa Arab. Mulanya Pak Salim memberi penerangan dan menjawab pertanyaan mengenai Indonesia dalam bahasa Indonesia. M. Zain Hasan adalah orang yang diminta menjadi petugas penterjemah ke bahasa Arab.

Kejadian itu dimulai ketika acara perjamuan yang disediakan Persatuan Wartawan Mesir untuk menghormati Pak Salim. Ketua Persatuan Wartawan Mesir, Hafiz Mahmoed, memulai sambutan dengan ucapan welcome, persahabatan dan persaudaraan Islam yang iklhas dan akrab. Sekonyong-konyong Pak Salim menjawab sambutan tersebut. Jawaban dengan irama serupa, serta terima kasih atas sokongan media massa Mesir dan negara Timur Tengah diucapkan fasih dalam bahasa Arab.


M. Zain Hasan terkejut, sebelumnya dia telah bersiap-siap untuk menterjemahkan. Diiringi ngangaan hadirin, Pak Salim langsung berbicara dalam bahasa Arab fasih, kata-kata halus terpilin dalam susunan bermutu tinggi.

Hadirin bergemuruh tepuk tangan tanda kekaguman dan penghargaan. Hafiz Mahmoed pun tergesa menjabat tangan Pak Salim dengan semesara-mesranya.

Pujian dari Belanda

Merdeka.com - Prof Schermerhorn yang mewakili Belanda dalam perundingan Linggarjati memiliki kesaksian sendiri soal kemampuan berbahasa asing Haji Agus Salim. Dia menuliskan tersendiri dalam buku hariannya terbit tahun 1970, Senin malam 14 Oktober 19.46 pukul 21.15.
"Saya khusus ingat kepada Salim yang pada suatu hari akan saya undang ke istana sini. Orangtua yang sangat pintar ini seorang jeni dalam bahasa, bicara dan menulis dengan sempurna dalam sembilan bahasa. Dia hanya memiliki satu kelemahan yaitu: bahwa selama hidupnya melarat."

Bahkan paham bahasa kambing

Merdeka.com - Jef Last, penulis Belanda yang berkenalan dengan Haji Agus Salim ketika Agus Salim menemui tokoh SDAP PJ Troelstra di Belanda pada 1930. Cerita Jef Last ini dimuat dalam buku Seratus Tahun Haji Agus Salim terbitan Sinar Harapan.

Jef Last mengutip cerita Sutan Sjahrir kepadanya. "Kami sekelompok besar pemuda, bersama-sama mendatangi rapat di mana Pak Salim akan berpidato dengan maksud mengacaukan pertemuan itu. Pada waktu itu Pak Salim telah berjanggut kambing yang terkenal itu dan setiap kalimat yang diucapkan Pak Haji disahut oleh kami dengan mengembik yang dilakukan bersama-sama. Setelah ketiga kalinya kami menyahut dengan "me, me, me" (mbek), maka Pak Salim mengangkat tangannya seraya berkata.

"Tunggu sebentar. Bagi saya sungguh suatu hal yang sangat menyenangkan bahwa kambing-kambing pun telah mendatangi ruangan ini untuk mendengarkan pidato saya. Hanya sayang sekali bahwa mereka kurang mengerti bahasa manusia sehingga mereka menyela dengan cara yang kurang pantas. Jadi saya sarankan agar untuk sementara tinggalkan ruangan ini untuk sekadar makan rumput di lapangan. Sesudah pidato saya ini yang ditujukan kepada manusia selesai, mereka akan dipersilakan masuk kembali dan saya akan berpidato dalam bahasa kambing khusus untuk mereka. Karena di dalam agama Islam, bagi kambing pun ada amanatnya dan saya menguasai banyak bahasa."

"Kami tidak tinggalkan ruangan," kata Sjahrir. "Tetapi kami terima dengan muka merah gelak tawa dari hadirin lainnya," imbuhnya. Masih menurut Sjahrir, sesudah peristiwa itu para pemuda masih melawannya. "Tetapi tidak pernah lagi kami mencemoohkannya," ujar Sjahrir dikutip Jef Last.

Bung Hatta: Manusia seperti Agus Salim lahir 100 tahun sekali


Bung Hatta: Manusia seperti Agus Salim lahir 100 tahun sekali
Haji Agus Salim. ©buku seratus tahun haji agus salim/sinar harapan

  Merdeka.com - Banyak tokoh menyebut Haji Agus Salim adalah manusia hebat. Ia tidak saja sebagai seorang pemimpin, politikus, wartawan dan pengarang melainkan juga seorang ulama dan diplomat.

Jenjang kariernya tidak dicapai dengan jalan mulus, tapi berbagai macam kesulitan dan pengorbanan. Kecakapan otak dan kepribadiannya diakui kawan dan lawan. Agus Salim adalah seorang cendekiawan yang luas pengetahuannya, seorang ulama intelek. Demikian kata Bung Karno saat mengungkapkan pendapatnya tentang sosok Haji Agus Salim.

Agus Salim dikenal seorang politikus yang hidup sederhana. Ia adalah diplomat ulung. Seandainya pada masa kini muncul politikus-politikus yang mau hidup sederhana seperti Agus Salim, pasti Indonesia sudah menjadi bangsa besar.

Menurut Bung Hatta, Haji Agus Salim adalah orang jenius dan kepandaiannya luar biasa. "Dalam seratus tahun hanya lahir satu manusia semacam itu. Banyak ucapan-ucapan Agus Salim yang mengandung mutiara, sayang tidak ada sekretaris yang mencatatnya," kenang Bung Hatta.

Bung Hatta selama ini mengenal dekat sosok Agus Salim. Ia tahu persis kekuatan dan kelemahannya. Kekuatannya adalah pada keyakinan, kecerdasan, ketangkasan dan ketegasan pada keputusan yang diambil. Ia sanggup menghadapi persoalan besar dengan sabar.

"Negara Belanda, Inggris dan Amerika Serikat baru mengakui de facto Republik Indonesia, berdasarkan Perjanjian Linggarjati. Atas usaha Agus Salim negara-negara Arab memandang RI sebagai negara yang merdeka sempurna dan berdaulat," kata Bung Hatta.

Agus Salim: Lebih baik saya bakar Indonesia


Agus Salim: Lebih baik saya bakar Indonesia
Haji Agus Salim. ©buku seratus tahun haji agus salim/sinar harapan
 

  • Bu
Merdeka.com - Judul di atas adalah potongan dari jawaban Haji Agus Salim menjawab pertanyaan wartawan asing. Ia tak ingin Indonesia jatuh kembali ke tangan Belanda.
Begitu cintanya Haji Agus Salim kepada Indonesia. Seluruh jiwa dan raganya ia curahkan demi kemerdekaan Indonesia. Sejak muda, Agus Salim bercita-cita agar Indonesia bisa merdeka dari jajahan bangsa kolonial.

Ia tak ingin rakyat Indonesia terus dijadikan budak oleh Belanda. Setelah merdeka, Indonesia harus maju. Agus Salim berpesan agar dalam negeri sendiri janganlah kita yang menumpang.

Ada sebuah cerita setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Saat itu usia Haji Agus Salim berusia 61 tahun. Ketika itu ada seorang wartawan asing bertanya kepada Agus Salim.

"Bagaimana jika bangsa Belanda meminta kembali agar Indonesia diserahkan kepada Belanda," tanya wartawan asing itu.

Kemudian Agus Salim dengan lantang langsung menjawab. "Daripada menyerahkannya kembali kepada Belanda, lebih baik saya bakar Indonesia ini."

Dalam tulisan Buya Hamka yang ditulis dalam buku "Seratus Tahun Haji Agus Salim" terbitan Sinar Harapan, Buya menulis bagaimana sikap Agus Salim. Menurutnya, Agus Salim telah berpesan kepada kita semua agar bangsa Indonesia bisa mandiri setelah merdeka.

Indonesia harus percaya pada kekuatan diri sendiri dan jangan terlalu mengharapkan belas kasihan kepada para bangsa penjajah. Karena bangsa penjajah itu tidak akan sudi mengajar dan mendidik kita dengan sungguh-sungguh.

Setelah berpuluh-puluh tahun merdeka, apakah Indonesia sudah benar-benar merdeka dan mandiri seperti yang dicita-citakan oleh Agus Salim?

Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari, satu guru satu ilmu

Ahmad Dahlan dan Hasyim Asyari, satu guru satu ilmu
KH. Ahmad Dahlan-KH. Hasyim Asyari. ©2015 Merdeka.com
 

Merdeka.com - Kiai Haji Shaleh Darat adalah sosok ulama panutan penyebar Islam di Pantai Utara Jawa, khususnya Semarang. Dia lahir di Desa Kedung Jumbleng, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, pada sekitar tahun 1820 dengan nama lengkap Muhammad Shaleh.

Sejak dini, Shaleh mendapat gemblengan ilmu dari ayahnya. Setelah dirasa cukup, Shaleh disuruh mengembara ke berbagai tempat hingga berlabuh di Mekkah.

Di sana, dia berguru dengan ulama-ulama besar di antaranya Syaikh Muhammad Almarqi, Syaikh Muhammad Sulaiman Hasballah, Syaikh Sayid Muhammad Zein Dahlan, Syaikh Zahid, Syaikh Umar Assyani, Syaikh Yusuf Almisri, serta Syaikh Jamal Mufti Hanafi. Shaleh juga bertemu dengan santri -santri yang berasal dari Indonesia antara lain KH Nawawi Al Bantani dan KH Muhammad Kholil Al Maduri.

Sepulang dari Makkah, Shaleh mengajar santri-santrinya di pondok pesantren milik Kiai Murtadho yang tak lain mertuanya. Di situ, Muhammad Darwis (Ahmad Dahlan) dan Hasyim Asyari menimba ilmu fikih, tasawuf, dan beragam ilmu agama lainnya.

Waktu itu, Muhammad Darwis berusia 16 tahun sementara, Hasyim Asyari berusia 14 tahun. Dalam keseharian, Darwis memanggil Hasyim dengan sebutan Adi Hasyim. Sementara, Hasyim Asyari memanggil Dahlan dengan panggilan Mas Darwis.

Konon semasa mondok, keduanya sangat akrab dan tidur sekamar. Dua pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia ini menjadi santri Sholeh Darat selama 2 tahun penuh.

Selepas nyantri, keduanya mendalami ilmu agamanya di Makkah, di mana Sholeh Darat pernah menimba ilmu. Tentu saja, sang guru membekali referensi ulama-ulama yang harus didatangi dan diserap ilmunya selama di Makkah.

Seusai pulang dari Makkah, masing-masing mengamalkan ilmu yang telah dipelajari bertahun-tahun. Muhammad Darwis yang telah mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah sedangkan Hasyim Asyari mendirikan Nahdlatul Ulama.

SANG SOPIR BUS PENDIRI SEKOLAH DI BIMA ITUPUN AKHIRNYA MERAIH NOMINASI 'KICK ANDY HEROES 2015'


Tidak ada yang menyangka dan mimpi pun tidak sempat terlintas bahwa Sosok Sopir Bus Malam berbadan sangar ini dapat meraih Penghargaan 'Kick Andy Heros 2015' dari Kick Andy Fundation. 250 Orang Motivator dan Inspirator se Indonesia diseleksi sedemikian rupa oleh Kick Andy dan M. Saleh alias Alan Sang Sopir Bus yang bangun MIS Darul Ulum Tololai - Bima terpilih sebagai salah seorang Pejuang Kehidupan dari 7 orang yang terpilih pada tahun ini.

Penyerahan Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan. Acara Penganugerahan 'Kick Andy Heroes 2015' ini dihadirin pula oleh Menteri Sosial - Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kesehatan - Nila Djuwita Moeloek, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah - Anies Baswedan, Menteri Kelautan Dan Perikanan - Susi Pujiastuti, Menteri Perindustrian - Saleh Husin, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan - Siti Nurbaya, Gubernur DKI Jakarta - Basuki Cahyo Purnama (Ahok), Walikota Surabaya - Tri Rismaharini. Dan beberapa Anggota DPR RI serta Pengusaha lainnya.

"Saya bangga dengan Bung Alan, saya apresiatif, saya tidak menyangka ada supir Bus yang berhati mulia seperti ini" Ungkap Jonan dihadapan Ratusan Undangan di Studio utama lantai 3 Gedung Metrotv.
"Ada nggak ya, Supir Bus seperti ini di Jakarta? Kalau ada, saya belajar khusus sambil membantu apa yang bisa saya bantu" Tanya Ahok, Gubernur DKI Jakarta kepada bbrp stafnya saat mengucapkan selamat setelah acara selesai.

Demikian juga Anies Baswedan "Kapan bung Alan undang saya ke Bima? Kalau ada kegiatan disekolah yang bung Alan bangun, Kirim Undangan ke saya, saya upayakan untuk hadir, kalau bisa kirim sebulan sebelum acara ya" Pesan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan yang juga Pendiri Indonesia Mengajar ini.

Penghargaan bergengsi yang hanya didapat oleh 7 orang dalam setiap tahun ini tentu dengan seleksi yang ketat. Tahun ini, Alan yang masuk Nominasi Kick Andy Heroes menyingkirkan hampir 200 Pejuang Kehidupan lainnya yang pernah ditayangkan dalam Kick Andy Show selama setahun (2014). Para pejuang Kehidupan ini diseleksi dari berbagai bidang kehiduopan, yang berasal dari Sabang hingga merauke.

"Penghargaan ini saya persembahkan kembali kepada murid-muridku, Guru-guru yang tengah mengabdi di MIS Darul Ulum Tololai Bima, rekan seperjuangan dan Kalian yang masih peduli dengan generasi" Tegas Alan saat menerima Penghargaan Kick Andy Heroes 2015.
Acara Kick Andy Heros 2015 ini akan ditayangkan pada hari Sabtu, 7 Maret 2015, pukul 21.00 Wib.

Sumber : https://www.facebook.com/ranggababuju?fref=photo

Profil Bang Alan ( M. Saleh Yusuf ) Supir Bis Malam Yang Mendirikan Sekolah di Kampung Halamannya Bima NTB



Dilihat dari penampilannya, tidak ada yang istimewa dari pria kelahiran Mawu, Nusa Tenggara Barat 1 Juli 1973 ini. Berbadan besar, berkulit hitam dan berambut gondrong, penampilannya terlihat seperti preman.

Tetapi di balik perawakannya yang garang, pria yang akrab disapa Alan ini memiliki hati yang sangat mulia.
Alan lahir dari keluarga sederhana. Karena keterbatasan ekonomi, ia hanya mengecap pendidikan hingga SMA. Selepas SMA Alan pun bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Pekerjaan pertamanya adalah menjadi kernet truk. Ia kemudian dipercaya sebagai sopir truk dengan rute Flores – Sumbawa – Lombok – Bali – Jawa – Sumatera. Kemudian ia pindah menjadi sopir bus malam di Armada Bus PO Rasa Sayang dengan rute Bima – Mataram – Denpasar – Surabaya – Jakarta.

Pengalamannya menjadi sopir yang melewati beberapa wilayah di Indonesia, membuat Alan sadar bahwa desa tempat tinggalnya sangat jauh tertinggal. Ia juga merasa prihatin melihat pergaulan anak-anak dan remaja masa kini. Didorong rasa keprihatinan Alan kemudian berniat untuk membangun sekolah agama di kampung halamannya di Dusun Tololai Desa Mawu, Kabupaten Bima.

Sebagai sopir bus malam, penghasilan Alan tidak seberapa. Untuk satu kali jalan PP (Pulang-Pergi) Bima – Mataram dengan jarak 460 km, ia hanya diupah sebesar Rp 250.000 saja. Namun dengan penghasilan yang berkisar antara 2-4 juta per bulan, tidak menyurutkan niat Alan untuk membangun sekolah. Berbekal tanah warisan orang tua dan tabungannya, Alan mulai membangun sekolah yang dinamai Madrasah Ibtidiyah Swasta (MIS) Darul Ulum pada tahun 2008.

Untuk kegiatan di sekolah ini, Alan menggratiskan biaya pendidikan serta seragam sekolah. Namun di tahun pertama sekolahnya dibuka, murid yang mendaftar tidak sampai 15 anak, dan guru pengajar pun hanya berjumlah 2 orang. Tantangan yang dihadapi Alan adalah tabiat masyarakat setempat yang lebih mendorong anak-anaknya untuk bekerja membantu orang tua daripada sekolah. Selain itu, Alan pun kesulitan mengajak para sarjana pendidikan yang menganggur untuk mengajar di MIS Darul Ulum.

Alan kemudian melakukan pendekatan kepada masyarakat. Ia menjelaskan kepada orang tua di Dusun Tololai betapa pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak. Ia juga menerapkan metode baru dalam program pendidikannya, yaitu dengan melibatkan anak-anak dalam mengolah tanah dengan bercocok tanam. Kegiatan pendidikan alam ini sangat disukai anak-anak. Bahkan ada anak-anak yang pindah dari sekolahnya untuk bergabung dengan sekolah MIS Darul Ulum yang di pimpin Alan ini.

Setiap tahun ajaran baru, siswa yang mendaftar di MIS Darul Ulum, meningkat. Hal ini karena di bebaskannya seluruh pembayaran (Pendidikan Gartis) dari awal sekolah hingga mendapatkan lulus. Selain itu sekolah MIS Darul Ulum menjalankan program supaya anak-anak didiknya mampu berdiri sendiri dan mandiri. “Dengan mengajarkan sektor alam pada anak-anak, tujuannya adalah supaya anak-anak tidak keluar dari desa, dapat memanfaatkan alam, dan orangtua tidak lagi menelantarkan anak mereka,” jelas ayah dua anak ini.

Kini, MIS Darul Ulum memiliki 100 siswa dan 15 tenaga pengajar yang secara sukarela mengajar di sekolah itu dengan upah ‘mana-mana saja’. Meski begitu, Alan tetap memberikan upah untuk pengajar di sekolah tersebut secara rutin, “Saya sangat bersyukur dengan bantuan mereka. Menurut saya guru-guru itu juga hebat Untuk gaji saya berikan rutin, tapi tidak banyak, ya  kira-kira antara 100 sampai 150 ribu untuk mereka,” ucap lelaki gondrong itu.

Sampai saat ini Alan baru bisa memberikan fasilitas pendidikan kepada anak-anak Tololai hanya sampai lulus sekolah dasar. Meski begitu Alan berencana untuk mendirikan sekolah lanjutan untuk anak-anak lulusan MIS Darul Ulum. Ia pun berusaha untuk mencari dana dan lahan untuk mendirikan SMP. “Saya merasa masih belum mampu untuk membuat SMP. Saya masih mencari dana dan lahan. Sementara ini setelah nanti ada lulusan, kami masih akan tetap memantau anak-anak yang bersekolah di SMP mana pun. Kalau orangtua mereka tidak mampu menyekolahkan mereka, kami berusaha juga untuk membantu biaya sekolah meraka selanjutnya,” tutur Alan.

Sumber : http://kickandy.com

Pejuang Pendidikan Ibu Guru Een Sukaesih Asal Sumedang Meninggal Dunia





Jakarta - Dunia pendidikan Indonesia kehilangan seorang pejuang. Ibu guru Een Sukaesih (51) asal Sumedang, Jawa Barat meninggal dunia. Een menghembuskan nafas terakhirnya sore ini. Selamat jalan ibu guru!

"Tadi pukul 15.20 WIB di ruang ICU," kata Direktur RSUD Sumedang, Hilman Taufik saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (12/12/2014).

Een sudah menjalani perawatan sejak Selasa (9/12). Een sudah mendapat perawatan maksimal, namun tim dokter tak mampu menyelamatkannya.

"Karena sudah fase terminal, multi organ failure," tambah Hilman.

Ibu Een Sukaesih merupakan pejuang pendidikan asal Sumedang yang tubuhnya lumpuh. Di tengah keterbatasan kondisi dia tetap mengajar, menyebarkan ilmu kepada para muridnya. Een sempat diboyong ke Istana untuk bertemu SBY saat masih menjabat sebagai presiden. Dan juga Ibu Een mendapat kunjungan balasan spesial dari SBY pada Februari lalu.

Rumah Een berada Dusun Batu Karut RT 01/002, Desa Ciberuem Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Lokasi rumahnya masuk ke dalam sekitar 300 meter dari jalan utama.

Sumber : http://news.detik.com

Baharuddin Lopa Sang legendaris pemberantas korupsi no 1 Indonesia



Baharuddin Lopa seorang jaksa yang konsisten memperjuangkan pemberantasan korupsi di Indonesia, melalui sebuah terobosan gemilang yaitu asas pembuktian terbalik, atau terdakwa harus membuktikan sendiri bahwa harta bendanya adalah halal dan legal. Sayang, sebelum cita-citanya terlaksana, beliau keburu meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji.



Lahir di Pambusuang, Balanipa, Polewali Mandar, Indonesia, 27 Agustus 1935 – meninggal di Riyadh, Arab Saudi, 3 Juli 2001 pada umur 65 tahun). Jaksa Agung Republik Indonesia dari 6 Juni 2001 sampai wafatnya pada 3 Juli 2001. Menjadi Anggota Komnas HAM pertama dan Sekretaris Jenderal Komnas HAM 1994-1998. Pernah menjadi Rektor Universitas Islam Az-Zahra.

Almarhum Lopa, dikenal sebagai jaksa yang hampir tidak punya rasa takut, kecuali kepada Allah SWT. Sepanjang karirnya di kejaksaan, Lopa pernah menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi di Sulawesi Tenggara, Aceh, Kalimantan Barat serta Sulawesi Selatan, dan juga mengepalai Pusdiklat Kejaksaan Agung di Jakarta. Begitu menjabat Jaksa Agung, menggantikan Marzuki Darusman, Lopa langsung bekerja keras memberantas korupsi. Lopa langsung memburu Sjamsul Nursalim yang sedang dirawat di Jepang dan Prajogo Pangestu yang dirawat di Singapura agar segera pulang ke Jakarta. Lopa juga memutuskan untuk mencekal Marimutu Sinivasan. Namun ketiga konglomerat “hitam” tersebut mendapat penangguhan proses pemeriksaan langsung dari Presiden Abdurrahman Wahid.

Lopa juga menyidik keterlibatan Arifin Panigoro, Akbar Tandjung, dan Nurdin Halid dalam kasus korupsi. Gebrakan Lopa itu sempat dinilai bernuansa politik oleh berbagai kalangan, namun Lopa tidak mundur. Lopa bertekad melanjutkan penyidikan, kecuali ia tidak lagi menjabat Jaksa Agung. Ia bersama staf ahlinya Dr Andi Hamzah dan Prof Dr Achmad Ali serta staf lainnya biasa bekerja hingga pukul 23.00 setiap hari.

Meski menjabat Jaksa Agung hanya 1,5 bulan, Lopa berhasil menggerakkan Kejaksaan Agung untuk menuntaskan perkara-perkara korupsi dan mencatat deretan panjang konglomerat dan pejabat yang diduga terlibat KKN, untuk diseret ke pengadilan. Ketegasan dan keberaniannya jadi momok bagi para koruptor kakap dan teladan bagi orang-orang yang berani melawan arus kebobrokan.

Lopa menerima anugerah Government Watch Award (Gowa Award) atas pengabdiannya memberantas korupsi di Indonesia selama hidupnya. Simboliasi penganugeragan penghargaan itu ditandai dengan Deklarasi Hari Anti Korupsi yang diambil dari hari lahir Lopa pada 27 Agustus.
Lopa terpilih sebagai tokoh anti korupsi karena telah bekerja dan berjuang untuk melawan ketidakadilan dengan memberantas korupsi di Indonesia tanpa putus asa selama lebih dari 20 tahun. Almarhum Lopa, katanya, adalah sosok abdi negara, pegawai negeri yang bersih, jujur, bekerja tanpa pamrih, dan tidak korup.

Istri Lopa, Indrawulan, telah memberi contoh kesederhanaan istri seorang pejabat. Watak keras dan tegas suaminya tidak dibuat-buat. Karena itu, ia berusaha sedapat mengikuti irama kehidupan suaminya, mendukungnya dan mendoakan bagi ketegaran Lopa.
Lopa telah tiada. Memang rakyat meratapi kepergiannya. Tetapi kepergian Lopa merupakan blessing in disguise bagi para koruptor dan penguasa yang enggan menindak kejahatan korupsi.

Dalam usia 25, Baharuddin Lopa, sudah menjadi bupati di Majene, Sulawesi Selatan. Ia, ketika itu, gigih menentang Andi Selle, Komandan Batalyon 710 yang terkenal kaya karena melakukan penyelundupan. Lopa pernah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi di Sulawesi Tenggara, Aceh, Kalimantan Barat, dan mengepalai Pusdiklat Kejaksaan Agung di Jakarta. Sejak 1982, Lopa menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Pada tahun yang sama, ayah tujuh anak itu meraih gelar doktor hukum laut dari Universitas Diponegoro, Semarang, dengan disertasi Hukum Laut, Pelayaran dan Perniagaan yang Digali dari Bumi Indonesia.

Begitu diangkat sebagai Kajati Sulawesi Selatan, Lopa membuat pengumuman di surat kabar: ia meminta masyarakat atau siapa pun, tidak memberi sogokan kepada anak buahnya. Segera pula ia menggebrak korupsi di bidang reboisasi, yang nilainya Rp 7 milyar.

Keberhasilannya itu membuat pola yang diterapkannya dijadikan model operasi para jaksa di seluruh Indonesia.Dengan keberaniannya, Lopa kemudian menyeret seorang pengusaha besar, Tony Gozal alias Go Tiong Kien ke pengadilan dengan tuduhan memanipulasi dana reboisasi Rp 2 milyar. Padahal, sebelumnya, Tony dikenal sebagai orang yang ''kebal hukum'' karena hubungannya yang erat dengan petinggi. Bagi Lopa tak seorang pun yang kebal hukum.


Lopa menjadi heran ketika Majelis Hakim yang diketuai J. Serang, Ketua Pengadilan Negeri Ujungpandang, membebaskan Tony dari segala tuntutan. Tetapi diam-diam guru besar Fakultas Hukum Unhas itu mengusut latar belakang vonis bebas Tony. Hasilnya, ia menemukan petunjuk bahwa vonis itu lahir berkat dana yang mengalir dari sebuah perusahaan Tony.
Sebelum persoalan itu tuntas, Januari 1986, Lopa dimutasi menjadi Staf Ahli Menteri Kehakiman Bidang Perundang-undangan di Jakarta. J. Serang juga dimutasi ke Pengadilan Tinggi Sulawesi Selatan.



Baharudin Lopa Sebagai Pahlawan Nasional

Dengan penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa ada beberapa alasan kenapa Baharudin Lopa layak menjadi pahlawan nasional, yaitu: Pertama, Lopa merupakan contoh dari jaksa yang bersih, sehingga menjadi sapu yang bersih untuk membersihkan lantai yang kotor. Sebagaimana kita maklumi, salah satu problem pemberantasan korupsi di Indonesia adalah sapu yang ada masih kotor, sehingga sulit untuk membersihkan lantai yang kotor.
Kedua, Lopa dan keluarganya memberi inspirasi dan tauladan pejabat yang sederhana dan menjunjung tinggi kesederhanaan. Gaya hidup yang mewah sangat tidak cocok diperagakan oleh pejabat negara, karena kebanyakan masyarakat masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Ketiga, Lopa memberi inspirasi dan tauladan bahwa pejabat harus berani untuk melaksanakan tugas dan kewenangannya, meskipun kemudian dengan risiko dimutasi atau kehilangan jabatan.

Keempat, Lopa gigih memperjuangkan pelaksanaan asas pembuktian terbalik, bahkan sudah mempersiapkan Perpu-nya. Pembuktian terbalik merupakan salah satu wahana paling ampuh untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Sayang, sebelum asas ini dilaksanakan, Lopa pergi meninggalkan kita semua.



Sumber : http://www.kaskus.co.id