Tampilkan postingan dengan label Kiprah Bang Iwan. Tampilkan semua postingan

[SMK AL-KAHFI, SEBUAH JEJAK INSPIRASI]


Dua tahun silam, 31 Agustus 2017. Hari pertama mengabdi dikaki Bukit Olat Maras, jam 4 dini hari sudah melaju dengan roda dua dari Mataram untuk mengejar jam 10 pagi sudah diSumbawa. Jam 10.05 sudah di SDIT Samawa Cendekia, lalu jam 2 siang di UTS dan menjelang Maghrib di SMK Al-Kahfi yang saat itu sedang mensyukuri 3 tahun berdiri.

Ayo Pemuda, Berani Bersatu!


SUMBAWA – Bung Karno pernah mengatakan, berikan aku 10 pemuda, maka akan kugoncangkan dunia. Makna tersebut bermakna bahwa peran pemuda di masa sekarang ini atau sedang ramai sekarang dengan bahasa kreatif pemuda zaman now, menjadi tulang punggung bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Apalagi kini zaman di mana pemuda milennial dituntut harus kreatif, tangkas, dan cerdas dalam menyikapi persoalan sekitar.

PEMUDA


1928, Dengan keterbatasan alat komunikasi, alat transportasi, perbedaan bahasa yg beragam, 70an Pemuda/i dapat berkumpul bersama menyatukan tekad persatuan tanah air, bangsa dan bahasa Indonesia.

Dialog Senja Sang Kepala Daerah



Senja itu diantara hiruk pikuk sebuah acara lomba ketangkasan tradisional saya mendekati beliau dan menyapanya :

iw : Assalamu'alaikum pak bupati (saya salam dan langsung mengulurkan tangan mengajak berjabat tangan)
Bupati : Wa'alaikum salam dinda (beliau menyambut uluran tangan saya sambil melempar senyum khasnya)
iw : Mohon maaf pak bupati, mungkin plungguh masih ingat pelatihan menulis bersama Bunda Pipit Senja yang dilaksanakan dikantor Bupati Lombok Barat saat bulan puasa tahun lalu....
Bupati : ooo....iya ingat saya...
iw : Tiang salah seorang pesertanya....
Bupati :.....alhamdulillah.....
Iw : alhamdulillah dari pelatihan itu saya bisa menerbitkan buku, Ini buku tulisan saya.....semoga plugguh berkenan menerimanya...
Bupati : Dengan senang hati......kok, bisa side (kamu) baru setahun pelatihan bisa langsung nulis buku ? (beliau menerima buku dengan sedikit terkejut dan penasaran)
iw : kalo ada pesertanya yang berhasil, acara yang diadakan oleh pak bupati Sukses artinya ....he...he....
Bupati : ha...ha...betul.....terima kasih (sambil beliau menepuk bahu saya)


Kepala daerah hakikatnya pelayan bagi warganya dan harus menyempatkan diri berdialog, memberi ruang ekspresi dan apresiasi pada setiap warga. Betapa banyak potensi didaerah khususnya warga (pemuda) yang kadang tak terdeteksi oleh radar pendekatan birokrasi semata.

Semoga Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah di NTB 2018 mendatang melahirkan lebih banyak lagi kepala daerah yang membuka ruang ekspresi dan ruang jiwanya bersama masyarakat.

Nb : Bupati itu adalah Fauzan Khalid, S.Ag, Msi kepala daerah Lombok Barat NTB.

13072017
#IWANwahyudi
#MariBerbagiMakna
www.iwan-wahyudi.com
www.iwan-wahyudi.net

Terima kasih pada : Laz Dasi Ntb sebagai pelaksana kegiatan workshop kepenulisan Ramadhan 1436 H. Bro Mustari Al Lomboki yang mengabadikan moment dialog ini. Fathur Baslan sahabat non Siswa yang sama2 mengikuti workshop (peserta minoritas kita ternyata bro)

Salim A Fillah dan BIMA

Salim A Fillah dan Iwan WahyudiSalim A

Iw : Ustadz, besok ngisi Tabligh Akbar Ramadhan di Kota Bima ya? (Selesai Acara Bedah Buku di SMAN 3 Mataram saya menghampiri beliau. Tumben saya deg degan. Maklum beliau penulis lebih dari 10 buku keIslaman yang kaya akan referensi Fiqih, Sejarah Islam dan Motivasi)

Pembaca Buku BEST SELLER Berikan 100 Paket Alat Tulis Untuk Korban Banjir Bima




Banjir bandang yang melanda seluruh Kota Bima dan tiga kecamatan di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat Rabu 21 Januari dan Jum’at 23 Januari 2017 yang lalu membuat lebih dari 100.000 warga mengungsi. Tentu tidak sedikit harta dan benda warga yang terendam dan terbawa banjir tak bisa diselamatkan terutama alat tulis para siswa yang saat banjir masih dalam suasana libur sekolah.

Salam Para Santri Untuk Pembaca Buku BEST SELLER




Salah satu anugerah terindah adalah saat dapat berbagi dan menghadirkan segaris senyum diwajah orang lain.

Talkshow Gamais Bima : Bangga Menjadi Mbojo




Setiap komunitas apalagi berupa bangsa tentu memiliki ciri yang merupakan identitas pembeda dengan yang lain. Identitas juga menunjukan seberapa tingginya tingkat kebudayaan dan peradaban mereka. Dan identitas itulah yang melahirkan kebanggan dan kecintaan.

Sang Srikandi Yang Memberi Cahaya Dalam Kegelapannya

Menjelang siang usai sebuah acara, saya mendekati dua sejoli yang sedang duduk berdampingan kemudian menyapanya “ Assalamu’alaikum mas dan mbak, Saya Iwan mau memberikan buku saya boleh?”. “ oooh…boleh, terima kasih” jawab mereka hampir bersamaan. Kemudian si wanita melanjutkan jawaban dengan senyum khasnya ‘ oh… mas Iwan ini penulis juga toh, wah saya kangen juga nulis-nulis, saya juga lagi nulis buku loh”. Saya kaget 180 derajat mendengarnya, seketika tidak nyambung antara nalar otak dan pemandangan yang ada dihadapan saya (Kenapa? jawabnya ada di akhir tulisan ini).

Untuk Apa Menulis ?


Asma Nadia (AS) : Bukunya sudah ditanda tangan?
Saya (SY) : Belum bunda, ini bun (sambil menyodorkan halaman pertama salah satu novel AS dan pulpen)
AS : bukan buku ini tapi buku itu yang mau diberikan ke saya (sambil menunjuk buku BEST SELLER yang dipegang SY)
SY : oo...belum bunda, siap saya tandatangani sekarang (sambil terkaget2 membubuhkan tanda tangan dihalaman pertama buku sambil berdiri)
Beberapa waktu kemudian........
SY : maaf bunda ini bukunya harap maklum saya baru belajar nulis (sambil memberikan buku BEST SELLER)
AS : ndak apa-apa saya juga sampe sekarang masih belajar kok.

Untuk apa kita menulis?

Ingin menjadi kaya, ah menulis bukan cara cepat mendapat uang karena ia perjalanan panjang baru bisa menerbitkannya.
Mau terkenal, ih sudah berapa banyak mereka yang menulis dan kemudian tenggelam bukan sekedar karyanya tapi juga namanya.
Biar bisa ketemu orang-orang hebat, eh lebih cepat jika kamu membuat viral disosmed buat ketemu orang hebat ketimbang susah payah nulis bro.

Kerabat, menulis itu lebih dari sekedar jawaban diatas, kaya, terkenal, ketemu orang hebat itu hanya efek dari tujuan menulis pada dasarnya. Menulis itu adalah cara mengungkapkan sesuatu yang kita lihat, pikirkan, inginkan dan berikan. Menulis itu ladang amal, berbuat sesuatu agar efeknya terus mengalir pada kita hingga jasad kita ditelan bumi sekalipun.
Menulis itu pewarisan dan berbagi gagasan, cerita, kesaksian, pelajaran pada siapapun hari ini dan dimasa yang akan datang.

19122016
www.iwan-wahyudi.net

KEKUATAN PANGGILAN CINTA

Aksi Damai Bela Islam 212, 2 Desember 2016



Jika cinta telah angkat bicara, maka apapun akan kalah keras lengkingannya. Saat cinta telah berkata, tutur apapun akan hambar mati rasa. Bila cinta telah memanggil, seruan lain akan lemah tak bertenaga lagi menghadapinya. Cinta akan menggerakkan apapun menjadi sesuatu yang tak pernah diduga sekalipun sebelumnya.

Silaturahim Alumni KAMMI NTB : Terus Berkontribusi untuk Negeri

Silaturahim Alumni KAMMI NTB Lintas Generasi





Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang lahir dalam pergulatan reformasi 18 tahun yang lalu tentu telah melahirkan banyak tokoh baik secara nasional apalagi daerah. Begitu pula dalam skala NTB, untuk menjalin kembali spirit dan merajut kontribusi lebih besar lagi para Alumni KAMMI NTB menggelar Silaturahim Lintas Generasi yang berlangsung pada hari Ahad 20 November 2016 bertempat di Madina Lounge - Grand Hotel Madani Jalan Udayana Mataram.

GURU bukan Pahlawan tanpa Tanda Perlawanan




Jika sejak kecil dibangku sekolah sebagian dari kita telah mendengar bahkan menghafal hymne guru juga doktrin  bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, itu bukan berarti guru adalah super hero yang serba kecukupan tanpa kekurangan hal-hal mendasar dalam kehidupan manusia normal. Namun guru tetaplah guru yang di Bima memiliki tempat cukup terhormat. Satu satunya profesi yang melekat disebut sebelum nama pemiliknya adalah Guru : Guru Weo, Guru Heo, Guru Beko dan sebagainya. Hal itu juga bukan berarti guru juga telah ditempatkan pada kedudukan yang proporsional dewasa ini, tak jarang mereka mengalami ketidak adilan bahkan oleh pihak yang menggelarinya pahlawan tanpa tanda jasa.

BUS, IMAJINASI DAN MANUSIA BEST SELLER





Saya mendapatkan kiriman buku dari sahabat saya Iwan Wahyudi. Buku dan nama sahabat ini mengembalikan saya pada kenangan masa awal remaja saya. Pada jam istirahat di suatu smp yang terletak di kaki bukit, tersebar sebuah kabar—saya mengira kabar ini mendapat efek ketok tular karena menjadi bahan pembicaraan gadis-gadis muda yang mulai belajar memakai pemulas bibir. Yang duduk dari deretan bangku tengah sampai ke depan. Siapakah itu! Saya tidak tahu persis.

Imajinasi, Transisi dan Literasi




Masa usai ujian semester (ulangan cawu/catur wulan III saat itu) alias kenaikan kelas adalah sebuah jeda yang hampir ditunggu oleh semua pelajar. Hampir semua beban selama setahun akademik (pelajaran) seakan terangkat semua (mulai dari jadwal pelajaran, PR dan tugas-tugas lainnya) dari kepala dan tinggal menunggu saat pengumuman kenaikan kelas. Inilah waktunya Refresh alias rehat full, masuk sekolah cuma mandar-mandir lihat-lihat pengumuman terus pulang sesukanya kapan aja. Kesibukan hanya nongkrong, ngobrol, sesekali diminta guru untuk memungut sampah dedaunan kering yang berguguran dihalaman sekolan (maklum waktu  tersebut musim kemarau sudah mencapai puncaknya bagi kami yang tinggal di ujung timur NTB dan bersekolah dikaki bukit).


Mina Sarua, Minuman “Energi” Ala Bima





Setiap daerah di Nusantara memiliki kuliner khas yang merupakan ciri masing-masing daerah, tak ketinggalan pula minuman khasnya yang tentu kaya akan rempah-rempah setempat dengan manfaat yang beraneka ragam. Makassar dengan Sarabbanya, Tanah Pasundan Jawa Barat dengan Bajigur dan bandrek, juga seperti Malang Jawa Timur dengan Wedang Ronde yang tersohor. Bima, daerah ujung timur Provinsi Nusa Tenggara Barat juga punya minuman “ Energi “ bernama Mina Sarua.

Perihal Silaturahim (Silaturahim Komunitas Seni Bontomaranu)


Seperti yang sering saya katakan, bertemanlah dengan semua orang lalu doakan kebaikan bagi semuanya.
Terimaksih bang Iwan Wahyudi (penulis, dan inspirator) sudah berkunjung di Markas Komunitas Seni Bontomaranu, terimakasih juga untuk buku BEST SELLER, saya belum baca semuanya, tapi sepintas diawal saya baca sudah luar biasa. Benar-benar menginspirasi.

Terimakasih juga kepada bang Sunardin sudah berkenan menemani beliau datang. Kalau bang Sunardin ini bukan lagi tamu, tapi tuan rumah juga di Bontomaranu.


#Anak Muda
#SemangArt.

Sumber : Akun FB S R Yadien 

Sekelompok Manusia Gila (Silaturahim komunitas KANCOA RIDA)


"Jangan khawatir ketika anda diacuhkan, tapi berjuanglah jadi layak untuk dikenal" (Abraham Lincoln)
Kita tidak perlu khawatir bahwa orang akan mengacuhkanmu. Khawatir takkan merubah situasi, tapi mulailah berbuat sesuatu. Mulailah melihat dirimu lebih dalam.

Temukan talentamu dan buatlah dirimu layak dikenal orang dengan talenta itu. Ingatlah kamu memiliki ciri khas yang membedakan dari orang lain. Ketika orang lain melihat talentamu, biarkan mereka yang tergerak untuk mengenalmu.

Alhamdulillah KCR community kedatangan tamu luar biasa, kknda Iwan Wahyudi seorang penulis muda dana Mbojo yg baru saja merilis buku barunya yg berjudul BEST SELLER, INSPIRASI DAN SPIRIT menjadi manusia LUAR BIASA. Beliau menyisihkan 10% dari penjualan bukunya untuk dakwah dan kemanusiaan, dan hasil itu beliau serahkan di kampung belajar KCR community berupa buku bacaan untuk santri-santri binaan komunitas KANCOA RIDA.

Civitas KCR community mengucapkan banyak terima kasih dan teruslah berkarya bang, tulislah maka kau membuat sejarah bagimu dan masyarakat. Fasttabiqul khairat.

Perjalanan tidak hanya di KCR, beliau lanjut menuju komunitas seni bontomaranu untuk bersilaturahmi, alhamdulillah banyak hal dan ilmu yg kami dapatkan walau hanya beberapa menit saja..

Satu kutipan kalimat kembali saya visualkan dari sang pelaku kemanusian dan isnpirator "KITA BESAR KARNA SALING MEMBESARKAN" ( Rangga Babuju )
YA....
begitulan kumpulan orang-orang GILA.

#baruga inspirasi KCR, 13 sept 2016
SKR

Sumber : akun FB Sunardin Kancoa Rida

Yang Dibuang Yang Menghasilkan Uang ( Catatan Inspirasi Bank Sampah )



Setiap yang Tuhan ciptakan dimuka bumi tentunya memiliki maksud, arti dan tak ada yang sia-sia, namun bagaimana manusia itu memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan baik diri maupun lingkungan sekitar adalah kunci bersyukur padaNya yang kemudian mengalirkan pintu-pintu rejeki, termasuk pada sampah sekalipun.

Buku Cantik Karya Penulis Ganteng


SETELAH beberapa waktu lalu menerbitkan tiga buku (“SUTRISNO MUTIARA DARI UTARA; Sekumpulan Puisi Tentang Biografi Pembangunan Majalengka” karya Momon Lentuk asal Majalengka-Jawa Barat, “Konsep Dasar Manajemen Asuhan Kebidanan” karya Dian Furwasyih asal Padang-Sumatra Barat dan “Prospek Pemberlakuan Asas Legalitas Dalam Sistem Hukum Pidana Indonesia” karya Bahri Yamin asal Manggarai Barat-NTT), Penerbit Mitra Pemuda kembali mendapat “mandat” untuk menerbitkan buku baru berjudul “BEST SELLER; Inspirasi dan Spirit Menjadi Manusia Luar Biasa” karya Iwan Wahyudi asal Mataram-NTB.


Buku berukuran 14 x 21 cm setebal 180 halaman A5 berhuruf candara ini merupakan kumpulan tulisan lepas penulis asli Bima (suku Mbojo)-NTB ini dalam berbagai topik dengan gaya bahasanya yang khas. Pada awalnya tersimpan dalam file lepas di laptop, catatan HP, catatan facebook, blog dan media sosial lainnya. Karena adanya kemauan yang kuat untuk berbagi kepada sesama sekaligus sebagai upaya pewarisan kepada keluarga tercinta, di samping provokasi beberapa kolega, penulis akhirnya tertakluk juga dan segera mengumpulkannya dalam satu file naskah, kemudian menawarkan kepada Penerbit Mitra Pemuda yang berpusat di Kota Cirebon-Jawa Barat untuk diterbitkan menjadi buku. Tanpa berpanjang kata, akhirnya disepakati untuk diterbitkan menjadi buku seperti yang kini tersebar di beberapa kota di seluruh Indonesia.
2
Dalam buku yang ditahbis sebagai buku pertamanya ini, penulis yang pernah menjadi Ketua BEM Universitas Mataram (Unram) 2004-2005 ini memaparkan berbagai hal seputar kehidupan, fenomena, peristiwa dan sebagainya dari berbagai pembingkaian unik juga cukup menarik. Diksinya yang sederhana dan to the point membuat buku ini bisa dibaca oleh pembaca beragam latar belakang dan beragam usia, namun tetap punya arahan juga orientasi yang mulia dan berjangka panjang: kebahagiaan dan keabadian hidup.
Penulis adalah aktivis, pegiat sosial, dan narasumber untuk berbagai acara pelatihan dan forum diskusi juga seminar. Dengan begitu, apa yang disuguhkannya dalam buku yang diterbitkan pada Juli 2016 lalu ini sejatinya bukan sedang membincang hal yang nun jauh di sana, tapi justru sedang membincang hal-hal yang dekat dengan keseharian dirinya sendiri; atau paling tidak dia lihat atau saksikan dari orang atau lingkungan terdekat dari kehidupannya.
Saya menyaksikan, penulis yang suka membaca—dan belakangan gila menulis dan traveling—ini, melalui bukunya mengajak pembaca untuk lebih mengenal diri dalam perspektif yang solid dan utuh. Bahwa tak ada yang abadi dalam kehidupan ini, semuanya berakhir. Apa yang kita miliki bukanlah milik kita, bukan menjadi milik kita hingga akhir. Semuanya pasti berakhir. Kita sendiri pun hanyalah makhluk yang tercipta Sang Khalik dan berakhir jua. Adapun yang menjadi teman setia kita sejatinya hanyalah kebaikan kita yang terpancar dari keyakinan atau keimanan yang kuat akan Sang Maha Kuasa (Allah) dan Hari Akhir. Bergeser dari pembingkaian itu, sama saja dengan melempar diri kita ke lembah kesengsaraan yang tak bertepi.
Saya tentunya bukan pembaca terbaik atau penelaah tersukses ketika melakoni diri untuk mencumbui buku ini sejak awal. Walau begitu, setidaknya saya termasuk diantara pembaca pertama buku ini ketika ia baru saja menjadi buku; bahkan ketika ia masih dalam bentuk naskah yang kasar. Intinya, saya sangat percaya bahwa buku ini dapat membawa pembaca ke kehidupan yang lebih bermakna atau hidup yang tak sia-sia. Buku ini pun benar-benar cantik dan patut menjadi jodoh pembaca. Akhirnya, semoga pembaca tergoda untuk memiliki dan menikmati buku cantik karya penulis ganteng ini! 
[Oleh: Syamsudin Kadir—Ditrektur Eksekutif Penerbit Mitra Pemuda, Pegiat PENA dan Pendidikan Islam di IAI Bunga Bangsa Cirebon-IAI BBC. Kota Cirebon, Rabu 31 Agustus 2016, pukul 18.30-18.55 WIB]
Sumber : https://mitrapemuda.wordpress.com/2016/09/01/buku-cantik-karya-penulis-ganteng/