Berita
Hidayat: 3000 Persen Publik Tunggu Hasil Investigasi Istana tentang Bunda Putri
JAKARTA – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Kebijakan
Publik, Hidayat Nur Wahid, menyesalkan keputusan istana untuk tidak
mengungkapkan hasil investigasi tentang Bunda Putri kepada publik.
Padahal, publik sangat ingin mengetahui identitas sosok yang telah
membuat Presiden SBY marah besar karena disebut dekat dengan dirinya
tersebut.
Sebagaimana diberitakan, Jubir Presiden, Julian Aldrin Pasha
menyampaikan bahwa pihak istana tidak akan mengungkap identitas Bunda
Putri ke publik. Informasi tentang Bunda Putri dari hasil kerja
intelijen hanya ditujukan sebagai konsumsi internal pihak Istana.
Menurut Hidayat, keputusan untuk tidak mengungkap hasil investigasi itu
justru akan menimbulkan kecurigaan publik.
"Padahal 3.000 persen publik menunggu hasil investigasi dari Presiden.
Jika tidak diungkap, ini justru akan menimbulkan kecurigaan relasi Bunda
Putri dengan beberapa pihak di Istana," tegas Hidayat yang juga Ketua
Fraksi PKS DPR RI ini.
Hidayat sendiri masih belum sepenuhnya yakin apakah SBY memang tidak
akan mengungkapkan identitas Bunda Putri. Apalagi, kali ini yang
menyampaikan informasi tentang tidak akan diungkapkannya hasil
investigasi itu hanyalah seorang juru bicara. Sementara, saat
menyampaikan bantahan atas keterangan Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) di
persidangan, SBY menyampaikannya sendiri. Bahkan dengan kemarahan yang
meluap-luap, SBY menyebut LHI 1000 hingga 2000 persen bohong.
"Kenapa kali ini hanya jubir presiden yang menyampaikan informasi
pembatalan? Apakah itu perintah Pak SBY atau manuver Julian sendiri.
Bagusnya Pak SBY saja yang menumumkan supaya clear," tandas Hidayat.
http://www.pkspiyungan.org







0 komentar: