Kabar NTB

Kapolda NTB Dituntut Copot Kapolres Bima

07.38.00 Iwan Wahyudi 0 Comments

Mataram (Global FM Lombok)-
Puluhan masa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mataram menyambangi kantor Polda NTB guna menuntut agar Kapolres Bima dicopot dari jabatannya. Tuntutan ini disampaikan terkait dengan sikap kekecewan massa terhadap aksi brutal oknum petugas Polres Bima yang melakukan pemukulan massa IMM saat menggelar aksi unjuk rasa memprotes goyang erotis beberapa waktu lalu di hotel Kalaki Beach.

Aksi goyang erotis yang sempat menjadi isu hangat yang menyeruak di sejumlah media massa di NTB, dianggap melanggar budaya dan tatanan hukum Negara Indonesia. Massa menduga ada kerjasama bisnis Pemda Bima dan Polres Bima dengan management hotel Kalaki Beach dalam kasus goyang erotis di tempat itu.

Dalam keterangannya Sekertaris umum BPD IMM NTB, Iskandar kepada Global FM Lombok, Rabu (20/11) menjelaskan, mereka meminta pertanggung jawaban Kapolres Bima terhadap tindakan reprensif oknum anggota Polres Bima yang mengakibatkan tiga orang kader IMM kena peluru karet. Ketiga korban sampai saat ini masih terkapar lemas di rumah sakit kabupaten Bima.

“ Tindakan refresif yang dilakukan oleh aparat Kepolisian Kabupaten Bima pada tanggal  18 November terhadap kader-kader kami dari ikatan mahasiswa Muhammadiyah cabang NTB. Ada beberapa orang yang masuk ke rumah sakit kena peluru karet dan kendaraan kami juga dirusak. Atas  dasar itu kami di pimpinan daerah IMM NTB, hari ini menuntut kepada Kapolda NTB secara institusi untuk mencopot Kapolres Bima” jelasnya.

Ia menambahkan, selain pemukulan terhadap tiga orang kader IMM, Polres Bima juga menahan sejumlah kadernya dalam demonstransi tersebut. Selain itu juga mereka menuntut Kapolda NTB  melalui Pemerintah daerah kabupaten Bima untuk mencabut Izin terhadap keberadan hotel Kalaki Beach yag di anggap terselubung di dalammnya segala bentuk pelanggaran norma seperti dugaan prostitusi terselubung dan menjadi sumber penyediaan miras.

” Kami juga  menuntut polres Bima untuk segera meminta ma’af baik itu secara tertulis ataupun lisan terhadap peristiwa pemukulan anggota IMM dalam demostrasi yang terjadi pada 18 November lalu.” katanya(ali)

You Might Also Like

0 komentar: