Info Palestina
Jiwa Bersinar Menyala Lindungi Al-Aqsha Sedang Hati Rusak Lindungi Sinagog (Denyut Tepi Barat) [ 19/03/2010 - 02:22 ] Dr. Ali Al-Haj Kebanyakan orang menganggap pertempuran Al-Aqsha adalah pertempuran seluruh kaum muslimin dan secara khusus pertempuran bangsa Palestina sebagai penduduk asli. Sebagian orang bahkan membentuk satu barisan untuk memerangi Sinagog Haroob. Bagaimana tidak, sebab yang jadi sasaran adalah Masjid Al-Aqsha. Seluruh bangsa Palestina dari berbagai macam aliran dan kelompok berada dalam satu front sebagai pemain baru, Palestina baru. Mereka bergabung bersama seluruh aktivis intifadah mendaftarkan sebagai orang yang terlarang mendekati Zionis. Dipukul dan ditangkap, dilarang melempar batu ataupun kaca kepada wilayah jajahan. Itulah kebijakan pemerintahan baru Ramallah yang nota bene berasal dari Fatah. Tak heran bila mereka melakukan hal ini. Jauh sebelumnya, dibawah pengawasan Jenderal Dayton mempersiapkan semua ini dan bahkan mereka telah sukses membuat para pemimpinya menjadi kaki tangan Zionis. Sudah menjadi mafhum bahwa siapa yang menghalangi membela Al-Aqsha adalah pemerintah Ramallah dan aparatnya. Ketika kita berbicara tentang Sinagog Haroob, tidak ada yang bersuara tentang Haroob ini kecuali burung gagak dengan nama," aparat kepresidenan". Peristiwa ini terjadi di Al-Quds. Barang siapa yang ingin memprotes, hendaklah ia pergi ke sana !!. Adapun di wilayah kepresiden tidak terdapat pasukan penjajah. Barang siapa yang ingin melakukan sesuatu hendaklah ia mendapat izin terlebih dahulu dari pemilik kedaulatan. Ketika mereka menyerbu kota atau perkampungan dan kamp pengungsian, kemudian mereka menghancurkan dan menangkap, terkadang mereka mempertontonkan ototnya, sedang kalian bersembunyi di dalam kamar-kamar kalian. Apakah misalnya ketika datang penjajah untuk menghancurkan rumahmu, kemudian datang orang-orang bersolidaritas kepadamu, engkau akan katakana pada mereka. "Pertama-tama anda harus mendapat izin dahulu dari kepresidenan, setelah itu barulah kalian bersoliaritas kepadaku. Atau apakah rumahmu lebih tinggi dan lebih mahal dari Al-Aqhsa"?. Hingga di Al-Quds atapun Hebron, aparat Fatah bertindak persis seperti orang Arab. Seorang aktivis intifadah tidak kenal siapa yang berada di sampingnya. Teman seperjuangan, atau seorang yahudi yang berpura-pura seperti Arab (intel) ataukah sebagai penjaga presiden. Pernahkah orang yang yahudi bermimpi suatu saat nanti mereka akan menyerbu Al-Aqsha dan mendapatkan bangsa Palestina berusaha melindunginya, walau dipukuli, ditangkap atau dianiaya, kemudian aparat Fatah mengatakan, masuklah kalian ke Al-Aqsha dengan aman dan damai. Betul, wahai Entitas Israel kalian telah mendapatkan kenyataan itu, sebelum kalian bermimpi. Dayton telah membuat kemukjizatan. Ia telah membuat jiwa-jiwa remuk redam tetapi dipenuhi dengan cinta dunia dan kedudukan. Manusia perusak yang tidak peduli harga diri. Apapun itu, baik Al-Aqsha, Ka'bah, Hajar Aswad ataupun kuburan Rasulallah, mereka tak pernah peduli. Mereka telah mengalirkan darah saudaranya sendiri, berkonspirasi terhadap Dudain, Suyuthi, Ibad, Ashi, Netshah (para pemimpin perlawanan) dan telah menyerakan Mahir Audah komandan Al-Qossam kepada Israel. Mereka menyiksa orang-orang bersih, membunuh dan merampas hak-hak orang merdeka. Apakah kira-kira ada diantara mereka yang mau melindungi sinagog Haroob ?. Selama memang ada bayaranya. Selama itu ada keuntungannya, kenapa harus melakukan intifadah ??. Kenapa tidak melakukan intifadah di PBB saja. Kenapa intifadah harus di Ramallah, Nablus, Jenin dan kepana tidak dengan cara-cara yang beradab. Dengan menyalakan lilin misalnya ?. apakah penduduk Swedia dan Norwegia lebih berhak dari kita ? apakah mereka memiliki lilin lebih banyak dari kita. Kenapa kita tergerus pada lingkaran yang diinginkan Israel dan menghancurkan hasil produktivitas nasional pemerintahan kita ??. Pikirkanlah dengan logika !!. Mana yang lebih utama, menghancurkan satu bangunan Al-Aqsha atau ratusan rumah bahkan ribuan nyawa ?. atau kalian ingin mengembalikan produktivitas pemerintah kembali pada nol ?. rakyat kita sudah paham. Mereka tidak akan terpancing untuk masuk pada lingkaran segi empat pertempuran. Kami tidak akan mengizinkan terjadinya intifadah yang ketiga, walau Al-Aqsha hancur sekalipun !!!. Wahai para pemimpin dunia. Itulah gambaran mereka yang sebenarnya yang semakin terkuak hari demi hari. Sejumlah peristiwa semakin memperjelas posisi mereka. Kebobrokan mereka pada perang Gaza. Hari ini, Al-Aqsha telah menelanjangi mereka dan terkuaklah jiwa-jiwa rontok mereka demi sinagog Haroob. Saya yakin seandainya ayah atau ibuku, melihat di televise kemudian melihat anaknya menyerang siapa saja yang melindungi Al-Aqsha dan tetapi menjaga baik-baik dan melindungi Sinagog Haroob, pasti mereka akan mengatakan, "Celakalah aku, ingin rasanya aku mati dan tak pernah melahirkan anak seperti itu. Anaknyapun akan berteriak, aku ingin mati saja dan tak pernah dilahirkan dari orang seperti itu. Orang lain yang melihatnya, pasti akan mengatakan, mustahil dia orang Arab atau Palestina !!. (asy) |
Wajib militer di Indonesia?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!






0 komentar: