Kabar NTB
Mataram (Global FM Lombok)-
Beberapa fraksi di DPRD NTB mengkritik kebijakan penyertaan modal ke BUMD PT Gerbang NTB Emas (GNE) lantaran perusahaan ini dinilai belum menunjukkan performa yang bagus. Namun usulan investasi ke BUMD tersebut pada APBD 2014 malah ditambah dari Rp 2,8 miliar menjadi Rp 3,5 miliar. Pemprov NTB menilai PT GNE mulai tahun buku 2011 sudah menampakkan prospek yang menggembirakan.
Hal itu dikatakan wakil gubernur NTB M Amin dalam rapat paripurna DPRD NTB dengan agenda jawaban gubernur terhadap pandangan umum fraksi-fraksi yang berlangsung Rabu (4/12). Amin mengatakan, tahun 2011 PT GNE telah menyelesaikan seluruh kewajiban hutangnya kepada pihak ketiga sebesar Rp. 1,2 miliar dan mulai menyetor deviden sebesar Rp. 5 juta. Untuk tahun buku 2012 peruda ini bahkan sudah bisa menyetorkan devidennya sebesar Rp 400 juta dalam tahun 2013.
Amin mengatakan, untuk penerimaan deviden tahun 2014, meskipun ditargetkan sebesar Rp. 400 juta atau sama dengan pendapatan tahun 2013, namun diharapkan nilai deviden akan melampaui realisasi penyetoran sehingga bisa melebihi target yang ditetapkan.
“Kedepan, kita semua berharap agar PT GNE semakin bergerak dinamis dan lincah mengembangkan diversifikasi usaha bisnis dengan melakukan pengolahan, pengemasan dan pemasaran produk unggulan daerah, tidak hanya pemotongan dan prosesing daging sapi seperti selama ini, tetapi juga bergerak dalam pengolahan, pengemasan dan pemasaran produk jagung dan rumput laut.” katanya.
Amin mengatakan, untuk kepentingan tersebut, menjadi penting dipertimbangkan penyertaan modal pada tahun 2014 yang diharapkan persetujuan dewan bertambah menjadi Rp. 3,5 miliar, bertambah dari sebelumnya sebesar Rp. 2,8 miliar. (ris)-
Dikritik, Usulan Investasi PT GNE Malah Ditambah 3,5 Miliar
Beberapa fraksi di DPRD NTB mengkritik kebijakan penyertaan modal ke BUMD PT Gerbang NTB Emas (GNE) lantaran perusahaan ini dinilai belum menunjukkan performa yang bagus. Namun usulan investasi ke BUMD tersebut pada APBD 2014 malah ditambah dari Rp 2,8 miliar menjadi Rp 3,5 miliar. Pemprov NTB menilai PT GNE mulai tahun buku 2011 sudah menampakkan prospek yang menggembirakan.
Hal itu dikatakan wakil gubernur NTB M Amin dalam rapat paripurna DPRD NTB dengan agenda jawaban gubernur terhadap pandangan umum fraksi-fraksi yang berlangsung Rabu (4/12). Amin mengatakan, tahun 2011 PT GNE telah menyelesaikan seluruh kewajiban hutangnya kepada pihak ketiga sebesar Rp. 1,2 miliar dan mulai menyetor deviden sebesar Rp. 5 juta. Untuk tahun buku 2012 peruda ini bahkan sudah bisa menyetorkan devidennya sebesar Rp 400 juta dalam tahun 2013.
Amin mengatakan, untuk penerimaan deviden tahun 2014, meskipun ditargetkan sebesar Rp. 400 juta atau sama dengan pendapatan tahun 2013, namun diharapkan nilai deviden akan melampaui realisasi penyetoran sehingga bisa melebihi target yang ditetapkan.
“Kedepan, kita semua berharap agar PT GNE semakin bergerak dinamis dan lincah mengembangkan diversifikasi usaha bisnis dengan melakukan pengolahan, pengemasan dan pemasaran produk unggulan daerah, tidak hanya pemotongan dan prosesing daging sapi seperti selama ini, tetapi juga bergerak dalam pengolahan, pengemasan dan pemasaran produk jagung dan rumput laut.” katanya.
Amin mengatakan, untuk kepentingan tersebut, menjadi penting dipertimbangkan penyertaan modal pada tahun 2014 yang diharapkan persetujuan dewan bertambah menjadi Rp. 3,5 miliar, bertambah dari sebelumnya sebesar Rp. 2,8 miliar. (ris)-
0 komentar: